21 Mal Tutup untuk Tekan Penyebaran Covid-19

21 Mal Tutup untuk Tekan Penyebaran Covid-19
Dok Humas Pemkot Bandung

BANDUNG (golali.com) - Guna mencegah penyebaran wabah Covid-19, 21 mal di Kota Bandung telah menutup aktivitasnya. Kecuali tenant yang menjual kebutuhan pokok, apotek, dan restoran. Khusus untuk restoran selama membuka gerainya, dilarang melayani makan di tempat hanya boleh dibawa pulang. 

"Contohnya Riau Junction, supermarket tersebut ada juga gerai yang menjual fesyennya di lantai 2, kami imbau untuk ditutup. Intinya gerai di supermarket yang menjual bahan pokok, obat-obatan dan makanan asalkan dibawa pulang," tutur Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah dalam rilis yang diterima golali.com, Senin (27/4/2020). 

Jam operasional mal pun mengalami perubahan, dari biasanya pukul 10.00 - 22.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) menjadi pukul 10.00 - 20.00 WIB. Sedangkan pasar rakyat dengan waktu operasional yaitu pukul 04.00-12.00 WIB.

"Apabila ada indikasi melanggar, supermarket yang masih buka di luar pukul 20.00 WIB akan ditutup paksa. Kalau ada yang melanggar aturan kesekian kalinya, kami tidak segan-segan menutupnya. Sebelum PSBB masih dalam imbauan, ini sudah hari ke-6 jadi sudah tidak ada toleransi lagi. Kita tutup toko atau gerainya," tandas Elly

Sementara pada Minggu (26/4/2020) kemarin Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung menutup paksa 20 toko dan tempat usaha diluar yang dikecualikan. Berdasarkan Peraturan Wali Kota Bandung tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seluruh toko dan lokasi usaha wajib tutup kecuali toko bahan pokok, apotek, binatu, dan rumah makan atau restoran dengan syarat dibawa pulang.

"Setiap hari kita laporan, semalam saja kurang lebih 20 dari yang dikecualikan kita tutup. Ini merupakan tidak lanjut atas pengaduan dari masyarakat juga.Kita dibantu dengan Gugus Tugas Kecamatan masih ada beberapa toko dan ritel yang melebihi jam operasional. Kita langsung tutup dengan penempelan stiker berupa penutupan operasional hingga 5 Mei 2020," tegas Kepala Satpol PP Kota Bandung, Rasdian Setiadi.

Penutupan tersebut berdasarkan sanksi yang terdapat dalam Perwal PSBB. Di mana dimulai dari sanksi adminitrasi, teguran, peringatan, sampai pencabutan izin usaha.