Taman Musik Centrum

Taman Musik Centrum berada di persimpangan Jalan Belitung dan Jalan Sumbawa.

Notasi balok berbahan besi bercat putih dan merah yang terpasang diantara tumbuhan paku, menjadi pemandangan pertama yang Anda lihat, jika masuk dari Jalan Belitung.

Namun bila masuk melalui Jalan Sumbawa maka huruf besar Taman Musik Centrum menjadi penanda, dari taman yang dulunya bernama Taman Centrum  dan termasuk dalam bagian revitalisasi taman oleh Pemerintah Kota Bandung.
 
Ornamen musik semakin terlihat kental , saat berada di dalam taman yang diresmikan pada 1 Maret 2014. Berbagai patung besi yang mereflesikan aktivitas beberapa orang sedang bermain alat musik gitar, drum, dan saksofone menghiasi sudut-sudut taman. Sementara ditengah-tengah terdapat bundaran yang difungsikan sebagai stage untuk pertunjukan, yang dihiasi dengan patung orang berbahan besi yang sedang bermain kontrabass.

Anak tangga yang mengelilingi stage disulap menjadi tempat duduk bercat warna-warni, tempat sampah yang ada di dalam taman pun tak luput dari hiasan musik. Ada satu ornamen alat musik berukuran cukup besar,  berada disudut kanan taman, yang akan mengingatkan Anda pada peristiwa pilu dalam dunia musik tanah air.
 
Ya, sebuah patung gitar besar dengan bahan besi berkarat, yang kelilingi oleh 11 monumen mini bercat hitam yang terukir nama - nama korban tragedi konser musik, yang berlangsung di Asia Afrika Culture Center (AACC) pada 9 Februari 2008 silam. Patung gitar dan monumen tersebut, sengaja dihadirkan untuk mengenang tragedi tersebut.

Biasanya pada akhir pekan taman ini, sering  menjadi tempat berkumpulnya para musisi maupun pecinta musik, dari berbagai usia dan genre musik guna mengekspresikan jiwa bermusik yang mereka miliki. Selain tempat kreatif untuk bermain musik, taman ini pun dilengkapi dengan akses jaringan internet gratis, sehingga siapapun yang datang, akan betah duduk berlama-lama di sini.