Ada 600 Ribu Lebih Pelanggaran tak Kenakan Masker di Ruang Publik

Ada 600 Ribu Lebih Pelanggaran tak Kenakan Masker di Ruang Publik
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Kang Emil) mengimbau masyarakat untuk disiplin mengenakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Dok Humas Pemprov Jabar

 

BANDUNG (golali.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) mencatat hingga 29 Agustus 2020, ada  611.373 pelanggaran dengan dominasi pelanggar perorangan, terkena sanksi administratif karena tidak memakai masker. Total denda yang terkumpul sekitar Rp106 juta.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengimbau masyarakat untuk disiplin mengenakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

Kasus penularan Covid-19 di Jabar secara umum, menurut Kang Emil (sapaan Ridwan Kamil) cenderungan naik, berasal dari munculnya tiga klaster baru yaitu klaster keluarga, industri, dan perkantoran.

"Sekarang trennya sedang naik, karena ada klaster keluarga yang sedang kita teliti," sambung Kang Emil dikutip dari humas.jabarprov.go.id, Kamis (10/9/2020).

Salah satu langkah penghentian penyebaran yaitu untuk klaster industri, yaitu penguatan kesepahaman dengan pihak industri untuk mengawasi pekerja sepulang kerja.

"Sekarang para pekerja wajib mengisi kegiatan apa yang dilakukan sepulang kerja, sehingga oleh gugus tugas perusahaan dilakukan pengetesan juga komitmen pengetesan mandiri dengan biaya sendiri," kata Kang Emil.

Ia juga menyampaikan, rasio pengetesan di Jabar dalam seminggu kini sudah di atas 50 ribu. Ia optimistis Jabar bisa memenuhi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu pengetesan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) sebanyak satu persen dari jumlah penduduk dalam lima minggu ke depan.

"Berita baik, Jabar sudah melakukan pengetesan per minggu di atas 50 ribu, melompat dari 19 ribu. Sehingga kini butuh lima minggu lagi kita bisa mengikuti standar WHO yaitu (tes PCR) satu persen dari jumlah penduduk," ucap Kang Emil.

Meski begitu, lanjut Kang Emil, saat ini Jabar juga masih berhadapan dengan tantangan soal tingkat kesembuhan pasien yang menurut pihaknya masih kurang maksimal. Dari data Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar (Pikobar) per 9 September pukul 15:00 WIB, masih ada 6.044 orang dalam perawatan atau isolasi di Jabar.

Kang Emil menjelaskan saat ini Gugus Tugas Jabar pun tengah mempelajari keberhasilan sembuh pada kasus COVID-19 di institusi pendidikan negara. 

"Kami sedang mempelajari kasus keberhasilan penyembuhan di Secapa AD, sehingga metoda, obat, dan lainnya akan kami rekomendasikan kepada ribuan kasus aktif yang ada di Jabar," urai Kang Emil.

"Mudah mudahan seiring dengan kesembuhan, karena tingkat kematian di Jabar relatif rendah, membuat kondisi (penanganan COVID-19) lebih terkendali," ucap Kang Emil.

Selain menyampaikan terkait perkembangan epidemiologi, Kang Emil juga memastikan bahwa perekonomian di Jabar kini sudah menggeliat kembali. Pihaknya pun sudah menerima cetak biru dari Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Jabar. Kang Emil yakin, pada Desember 2020 ekonomi Jabar akan tumbuh positif.

"Ekonomi sudah mulai menggeliat, kecuali sektor yang masih rawan seperti kegiatan ekonomi di ruang dalam, itu masih kita batasi, sekolah juga masih kita batasi," tutup Kang Emil.