Adaptasi Kebiasaan Baru Kota Bandung, Arus Lalu Lintas Padat Kembali

Adaptasi Kebiasaan Baru Kota Bandung, Arus Lalu Lintas Padat Kembali
Dok Humas Pemkot Bandung

 

BANDUNG (golali.com) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung mencatat pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB), jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Bandung meningkat dibandingkan saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pada masa AKB jumlah kendaraan yang masuk mencapai 304.000 kendaraan per hari sementara saat PSBB hanya 157.000 kendaraan. 

Data tersebut berdasarkan pemantauan CCTV di wilayah perbatasan. Kendaraan yang masuk terdiri dari mobil pribadi, sepeda motor, angkutan umum, dan angkutan barang. 


"Dari pintu masuk Cibeureum naik 35 persen sedangkan Cibiru naik 22 persen. Kepadatan arus lalu lintas tersebut dikarenakan masyarkat dari luar kembali beraktivitas ke Kota Bandung," ungkap Kepala Bidang Manajemen Transportasi dan Parkir (MTP) Dishub Kota Bandung, Khairul Rijal dalam rilis yang diterima golali.com, Selasa (30/6/2020).

Terkait peningkatan jumlah kendaraan di Kota Bandung,  Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Bandung tetap melakukan penutupan sejumlah ruas jalan yang telah dilakukan pada saat PSBB. Guna menghindari kerumunan terutama pada  malam hari. 


"Walau Bandung masuk AKB, kita akan tetap menutup jalur tengah kota pada malam hari. Mulai pukul 21.00 sampai pukul 06.00 WIB. Itu untuk menghindari kerumunan," ujar Wakil Kasatlantas Polrestabes Bandung, AKP Galih Bayu Raditya


Galih menerangkan awal AKB pada akhir pekan kemarin kendaraan memadati sejumlah ruas jalan di Kota Bandung. Untuk itu Satlantas Polrestabes Bandung terpaksa memberlakukan pengaturan penjagaan arus lalu lintas. Termasuk berkoordinasi dengan Dishub Kota Bandung untuk mengantisipasi kemacetan. 


"Karakteristik Kota Bandung ini tujuan wisata dan kuliner. Ditambah masyarakat juga mengetahui tempat wisata di Kota Bandung sudah mulai dibuka.Kami mengantisipasi dengan menerjunkan anggota pagi, siang, dan malam. Untuk kenyamanan dan keamanan Kota Bandung 
" ucap Galih.