Akibat Covid-19 Daya Beli Masyarakat Turun 30 Persen

Akibat Covid-19 Daya Beli Masyarakat Turun 30 Persen
Oded M. Danial, Walikota Bandung/Dok Humas Pemkot Bandung

 

BANDUNG (golali.com) - Wali Kota Bandung Oded M Danial mengungkapkan daya beli masyarakat menurun hingga 30 persen, akibat pandemi Covid-19. Untuk itu pihaknya melakukan relaksasi dengan membuka kembali pusat perbelanjaan, mal, dan hotel dengan terbatas pada perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional di Kota Bandung sampai 26 Juni 2020 mendatang. 

"Saat ini, pertumbuhan ekonomi kita berada di angka berkisar 3,5 persen. Salah satu penyebabnya adalah karena pandemi ini berdampak pada penurunan daya beli rata-rata sebesar 30 persen, membuat ketahanan keluarga relatif lebih lemah dan dampak yang beragam," terang Oded dalam rilis yang diterima golali.com, Sabtu (13/6/2020).

Oded mengatakan, jika tidak melakukan relaksasi maka sektor ekonomi Kota Bandung yang ditopang bidang perdagangan dan jasa akan terjun bebas sampai -0,47 persen. Berdasarkan hasil kajian para pakar ekonomi, jika Pemkot Bandung dapat mengendalikan penyebaran Covid-19 dan warga bisa beraktivitas menjalankan roda perekonomian maka pendapatan asli daerah (PAD) bisa bertahan hingga 41,3 persen.


Untuk diketahui Kota Bandung telah melaksanakan PSBB sejak 22 April 2020 lalu. Untuk mendukung PSBB tersebut, Pemkot Bandung melakukan kebijakan penutupan sementara pada beberapa sektor perekonomian khususnya dalam bidang perdagangan dan jasa.