Aparatur Sipil Negara Datang Terlambat, Tetap Disanksi

Aparatur Sipil Negara Datang Terlambat, Tetap Disanksi
Aparatur Sipil Negara Datang Terlambat, Tetap Disanksi/Dok Humas Pemkot Bandung

 

BANDUNG (golali.com) - Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kota Bandung akan memberikan sanksi kepada aparatur sipil negara (ASN) yang datang terlambat di hari pertama kembali bekerja setelah libur Hari Raya Idul Fitri pada Selasa 26 Mei 2020, baik yang bekerja di rumah maupun kantor. BKPP Kota Bandung mencatat ada 41 aparatur sipil negara (ASN) yang terlambat masuk. Sementara yang lainnya mematuhi jam kerja, baik yang bekerja dari rumah maupun di kantor. 

“Saya sudah minta ke Pak Yayan (Kepala BKPP), apabila ada yang tanpa alasan mereka harus ditindaklanjuti,” tegas Wali Kota Bandung Oded M Danial di Balai Kota Bandung dalam rilis yang diterima golali.com, Selasa (26/5/2020).

Terkait hal tersebut Kepala BKPP Kota Bandung, Yayan A. Brillyana telah melakukan penelusuran melalui aplikasi Sistem Informasi Absensi dan Presensi (SIAP), nama 41 ASN Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tersebut. 

“Saya sudah cek satu-satu ke OPD (Organisasi Perangkat Daerah), yang 41 orang itu rata-rata mereka datang ke kantor tapi mengisi absennya telat. Tapi walaupun demikian tetap saja kita memberikan hukuman yaitu dengan pengurangan tunjangan sebesar 3 persen,” terang Kepala BKPP Kota Bandung, Yayan A Brillyana.