BPKN akan Lakukan Edukasi dan Sosialiasi Anti Investasi Bodong di Media Sosial

BPKN akan Lakukan Edukasi dan Sosialiasi Anti Investasi Bodong di Media Sosial
BPKN akan memberikan edukasi dan sosialisasi secara masif dan intensif di media sosial. Ilustrasi Investasi, Keuangan pikist.com

 

JAKARTA (golali.com) - Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) akan memberikan edukasi dan sosialisasi secara masif dan intensif (source credibility) di media sosial, guna memberikan perlindungan kepada calon-calon konsumen yang hendak berinvestasi.

"Secara konstitusional BPKN akan memberikan edukasi kepada masyarakat (calon investor sebagai konsumen) agar berhati-hati terhadap investasi ilegal ini dan akan memberikan rekomendasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan pengawasan terhadap masalah ini dengan tembusan ke Presiden, DPR RI, dan Menko Ekonomi," tegas Komisioner BPKN RI Periode 2020-2023, Firman Turmantara Endipradja dalam rilis yang diterima golali.com, Minggu (13/9/2020).

Menurut Firmam edukasi dan sosialisasi di media sosial ini, dilakukan karena banyaknya kasus media sosial dimanfaatkan oleh pelaku investasi ilegal (bodong) dalam menjerat korbannya. Media sosial itu memberikan peluang kepada perusahaan investasi bodong untuk menawarkan "produknya" kepada masyarakat secara cepat dan komperhensif. 

Firman mengatakan berdasarkan data OJK ada 80 perusahaan investasi bodong berkeliaran di Indonesia, perusahaan investasi bodong ini banyak berbentuk koperasi. Sementara sepanjang 2016, OJK menerima 132 laporan investasi bodong dan Juli 2020 OJK kembali temukan 99 investasi bodong tak berizin yang berbahaya bagi masyarakat. Investasi bodong ini memanfaatkan ketidakpahaman masyarakat, dengan cara iming-iming pemberian imbal hasil yang tinggi dan tak wajar.

OJK pernah mencatat kerugian akibat investasi bodong selama 10 tahun (2007-2017) sekitar Rp126,5 Triliun dan DPR pernah meminta OJK untuk mengawasi dan menertibkan investasi ilegal ini.