BPPD Kota Bandung Akan Kejar Wajib Pajak Reklame

BPPD Kota Bandung Akan Kejar Wajib Pajak Reklame
Dok Humas Pemkot Bandung

 

BANDUNG (golali.com) - Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Kota Bandung akan mengejar wajib pajak reklame untuk memenuhi raihan target pajak di masa pandemi Covid-19. Pasalnya, pajak reklame tidak terdampak wabah Covid-19. 

"Reklame itu tetap kita lakukan untuk penarikan pajaknya, meskipun itu pajak tahunan. Tetap kita kejar karena reklame tidak terganggu dengan pandemi Covid–19,” tutur kepala BPPD Kota Bandung, Arif Prasetya dalam rilis yang diterima golali.com, Selasa (11/8/2020).

Target pajak reklame Kota Bandung pada tahun ini mencapai Rp24 miliar, sampai saat ini raihan pajaknya baru Rp6 miliar. Wajib pajak reklame berada di tangan biro iklan. 


“Itu kewajiban dari biro untuk bayar, tetap kita kejar. Sekarang by tayang masih digunakan, tahun ini kita tetapkan by tayang lakukan. Karena sedang kami siapkan Perwal untuk pengganti by tayang ini dengan by izin. Semua reklame, tetap denda diberlakukan tidak ada pengurangan,” tandas Arif. 

Sementara tahun depan BPPD Kota Bandung akan mulai memberlakukan penarikan pajak by izin. Di mana sanksi bagi wajib pajak yang mangkir membayar akan lebih ketat. 


"Sehingga izin dulu baru tarik pajaknya. Kami juga ada beberapa masa pajak yang akan kita tarik, khusus reklame nanti menggunakan layar media elektronik ditetapkan per naskah. Itu akan dihitung tahun depan. Lalu tayang iklan di bioskop juga akan dikenakan pajak. Selain itu, pajak reklame ‘indoor’ akan kita kenakan pengganti dari by tayang ini,” tutup Arif.