BPUM, Bantu Pelaku Usaha Mikro Kecil Sejak Agustus 2020

BPUM, Bantu Pelaku Usaha Mikro Kecil Sejak Agustus 2020
Ilustrasi pameran usaha mikro kecil menengah di Kota Bandung (Dok Humas Pemkot Bandung)

JAKARTA (Golali.com) – Presiden Jokowi telah meluncurkan program Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM), pada Senin 24 Agustus 2020. BPUM ini bertujuan untuk membantu para pelaku usaha mikro kecil, yang penghasilannya tergerus karena pandemi Covid-19. 

 

Mengutip rilis dari website resmi kepresidenan , dana BPUM ini sebesar Rp2,4 juta untuk per pelaku usaha mikro kecil, dengan target pada 2020 mencapai 12 juta pelaku usaha mikro. Presiden Jokowi berharap pelaku usaha mikro kecil dapat menggunakan BPUM ini untuk tambahan modal kerja bagi usaha mikro dan kecil.  

Klik juga

Bantuan Presiden (Banpres) produktif ini termasuk hibah, sehingga pelaku usaha mikro kecil yang mendapatkannya tidak usah mengembalikannya. Terpenting dana ini digunakan untuk kepentingan usaha mikro kecilnya. Presiden Jokowi menerangkan bantuan ini akan langsung ditransfer ke rekening para pelaku usaha. 

Meskipun begitu, ada beberapa persyaratan khusus yang harus terpenuhi untuk menerima Banpres ini : 

1. Pelaku usaha mikro kecil 

2. Tidak sedang menerima pinjaman dari perbankan termasuk kredit usaha rakyat (KUR)

3. Mendaftar melalui Lembaga Pengusul  yakni Dinas yang membidangi Koperasi dan UMKM Provinsi atau Kota/Kabupaten, koperasi berbadan hukum. Kementerian/ Lembaga, perbankan dan perusahaan pembiayaan yang terdaftar di OJK, dan Lembaga Penyalur Program Kredit Pemerintah yang terdiri atas BUMN dan BLU.

Syarat utama : 

1. Warga Negara Indonesia (WNI)

2. Memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK)

3. Pelaku usaha mikro yang dibuktikan dengan surat usulan dari pengusul 

4. Bukan Aparat Sipil Negara (ASN), anggota TNI, Polri, atau Pegawai BUMN atau BUMD. (*/Golali.com)

 

Klik juga