Buku Jejak Pers di Bandung, Sodorkan Sejarah Pers Dalam Rentang Satu Abad

Buku Jejak Pers di Bandung, Sodorkan Sejarah Pers Dalam Rentang Satu Abad
Bedah Buku Jejak Pers di Bandung (Instagram Lawang Buku)

 

 

BANDUNG (Golali.com) - Buku Jejak Pers di Bandung, karya Indra Prayana yang terbit pada 2021 yang diterbitkan Bandong, dibedah dalam rangkaian acara Ramadhan Post Book. 


Event bedah buku bernama Bincang Buku Jejak Pers di Bandung ini, berlangsung pada Minggu, 18 April 2021. Bertempat di Graha Pos Lantai 6, Jalan Banda No 30 Kota Bandung. 

Dalam bedah buku ini, hadir penulis Buku Jejak Pers di Bandung dan jurnalis senior Tri Joko Her Riadi. Menurut penulis buku yang sekaligus aktivis serta jurnalis ini, latar belakang lahirnya buku ini berawal dari banyaknya koleksi media massa khususnya koran di rumahnya.

 “Ide untuk menyusun buku ini udah agak lama, latar belakangnya karena banyak koran yang saya koleksi sendiri di rumah,” ucap Indra dalm Bincang Buku yang disiarkan secara langsung juga di akun instagram @pointlabcoworking, 18 April 2021.

Setelah melihat banyaknya koleksi koran, Indra berpikir untuk memanfaatkan dan menyusunnya menjadi buku. Sehingga masyarakat tahu, di Bandung banyak koran yang terbit dengan beragam macam idealismenya. 

Jadilah puluhan produk jurnalistik cetak, yang terbit di Bandung mulai dari 1900-an sampai masa penerbitan pers mahasiswa menjadi isi dari buku ini. Di mulai dari Koran Medan Priyayi yang terbit pada 1 Januari 1907 didirikan Tirto Adhi Soerjo. Sampai dengan pers mahasiswa yang dilahirkan dari kampus tetapi sebenarnya dapat dibaca semua kalangan. 

Baca juga : 

 

 

Menurut Tri Joko Her Riadi, buku ini menyuguhkan ensiklopedia tentang perjalanan pers di Bandung yang berlangsung selama hampir satu abad.

“Dalam buku ini terlihat pers di Bandung bukan sekedar perekam zaman dan mengabarkan tetapi memikul tanggung jawab, seperti Medan Priyayi yang mengangkat semangat nasional yang saat itu mulai muncul,” ungkap Pemimpin Redaksi Bandungbergerak.id ini. 

Joko mengungkapkan, saat ini pers Indonesia memiliki tantangan sendiri yang berbeda dengan pendahulunya. Hal ini terkait dengan munculnya digitalisasi media, seperti media massa berbasis online.

“Dengan adanya internet menjadi mudah untuk membuat pers,” tutur Joko.

Di sinilah insan pers, sambung Joko harus dapat memberikan informasi yang tidak merugikan masyarakat demi bisnis media itu sendiri. 

“Memanfaatkan intenet sekarang, media massa online kecil (sekup wilayah) tapi fokus dan berjejaring,” ucap Joko. 

Acara ini berlangsung sebagai kolaboarasi dari Kubu Buku  dengan PT Pos Properti Indonesia dan Point Lab, serta media partner Bandungbergerak.id dan Golali.com 


Event lapakan buku dan bincang buku ini, akan berlangsung di Graha Pos Indonesia di Jalan Banda Kota Bandung. Setiap akhir pekan dan awal pekan selama tiga minggu di bulan Ramadan ini.

Jadwal kegiatan lapakan dari 10 pegiat buku ini, berlangsung pada bulan Ramadhan setiap Sabtu-Minggu-Senin pukul 10.00 – 17.00 WIB yaitu:
17 – 19 April 2021
24 – 26 April 2021
1 – 3 Mei 2021
Di lantai 1 / Lobby akan berjualan buku dari para pelapak buku sebagai berikut:
Jaringan Buku Alernatif
Kabehaya Bookstore
Katarsis Book
LawangBuku
Mojok
Oleh-oleh Boekoe Bandoeng
Penerbit Bandong
Penerbit Ultimus
Theraz Buku
Lapak Penerbit Indie Bandung

Sementara jadwal Bincang Buku akan berlangsung di Lantai 6 Point Lab :
1. Bincang Buku “Jejak Pers di Bandung”, pada Minggu, 18 April 2021, pukul 14.00 – 16.00 WIB
2. Bincang Buku “Lantaran Dimadu – Satu Tragedi dalam Rumah Tangga Tionghoa di Bandung”, pada Minggu, 25 April 2021, pukul 14.00 – 16.00 WIB
3. Bincang Buku “Oud Bandoeng dalam Kartu Pos”, pada Minggu, 2 Mei 2021, pukul 14.00 – 16.00 WIB. (*/Golali.com)