Cegah Covid-19, Puskesmas di Kota Bandung Perketat Protokol Kesehatan

Cegah Covid-19, Puskesmas di Kota Bandung Perketat Protokol Kesehatan
Dok Humas Pemkot Bandung


BANDUNG (golali.com) - Sejak terkonfirmasi  27 pegawai Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kota Bandung positif Covid-19 beberapa minggu lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung semakin memperketat ptotokol kesehatan di lingkungan puskesmas. Hal ini sebagai upaya dini mencegah penyebaran Covid-19.

“Kemarin ada kebijakan dari Dinas Kesehatan, pada saat ada beberapa nakes (tenaga kesehatan) yang terkonfirmasi positif harus dirumahkan dua minggu ke depan. Mereka patuhi itu, lalu isolasi mandiri di rumah dan rumah singgah di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSIA) di lantai 11. Saat ini, seluruh tenaga kesehatan ini sudah negatif Covid-19. Mereka hanya harus menyelesaikan fase isolasi mandiri sampai tuntas,” terang Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Bandung, Yorisa Sativa dalam rilis yang diterima golali.com, Senin (22/6/2020).

 

Guna melakukan sterilisasi Puskesmas dari virus corona, biasanya penyemprotan disinfektan dilakukan satu kali sehari, sekarang menjadi dua sampai tiga kali sehari. Khusus Puskesmas yang pegawainya ditemukan positif Covid-19 dilakukan pengubahan sistem baru pelayanan, yakni warga yang akan ke Puskesmas harus melakukan pendaftaran secara daring.

 

"Melalui sistem daring petugas akan memberi tahu pukul berapa ia harus datang ke Puskesmas. Itu untuk menjaga agar tidak ada penumpukan massa di Puskesmas, jadi enggak berkerumun. Mereka datang sesuai jamnya,” sambung Yorisa.