Dinas Penataan Ruang Minta Surat Berkode untuk Jenazah Kasus Covid-19

Dinas Penataan Ruang Minta Surat Berkode untuk Jenazah Kasus Covid-19
Dok Humas Pemkot Bandung

 

BANDUNG (golali.com) - Sekretaris Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Bandung Agus Hidayat meminta rumah sakit melengkapi surat keterangan dengan kode tertentu dari rumah sakit, untuk jenazah yang dimakamkan dengan prosedur protokol pemakaman Covid-19. Hal ini untuk identifikasi jenazah dan mencari ahli warisnya. 

"Jadi dari rumah sakit itu langsung dimakamkan. Karena ketentuannya 4 jam. Kalau meninggal itu dicatat dulu siapa ahli warisnya baru dimakamkan. Untuk itu kitanya yang harus mencari-cari keluarganya, baik untuk jenazah positif Covid-19 maupun pasien dalam pengawasan  (PDP) pun sama," terang Agus dalam rilis yang diterima golali.com, Kamis (2/7/2020).

Identifikasi dan ahli waris dari jenazah sangat penting, untuk mengetahui identitas jenazah saat ahli warisnya datang meminta informasi lokasi pemakaman. 

"Jadi kadang ada yang suka sekilas, karena buru-buru langsung dimakamkan. Biasanya kita mencegat untuk menanyakan surat dari rumah sakitnya. Kita juga tidak tahu. Bisa saja yang dimakamkan ternyata kejahatan atau apa. Seperti ada jenazah yang ditarik lagi oleh keluarganya. Itu sekitar 10 jenazah. Jadi mungkin sebelumnya dicek dulu, tapi keburu meninggal. Ternyata hasilnya negatif. Oleh ahli waris digali lagi untuk dipindahkan. Ada yang ke Subang, Sumedang," tutur Agus. 

Sejak awal Maret 2020 lalu, Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikadut telah memakamkan 70 jenazah yang terdiri dari kasus positif maupun PDP Covid-19. Pemakaman khusus untuk jenazah Covid-19 saat ini ditempatkan di satu blok, muslim dan non muslim.


Agus menjelaskan jenazah yang dimakamkan dengan protokol pemakaman Covid-19, terutama kasus positif ahli warisnga dibebaskan pembayaran awal sesuai dengan peraturan.


"Kalau yang positif kita bebaskan sesuai peraturan, bebas pembayaran awal. Kalau retribusinya harus dicatat juga karena tahun depan berlakunya. Untuk itulah kita perlu tahu siapa ahli warisnya," pungkas Agus.