Disdik Jabar Perpanjang Belajar di Rumah Hingga 18 Juni 2020

Disdik Jabar Perpanjang Belajar di Rumah Hingga 18 Juni 2020
ilustrasi pixabay

 

BANDUNG (golali.com) - Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar) memperpanjang kembali proses belajar mengajar (PBM) di rumah sampai 18 Juni 2020, hal ini untuk menghindari penyebaran virus corona. Untuk itu Kepala Disdik Jabar Dewi Sartika menghimbau kepada orang tua peserta didik memberikan dukungan BDR selama pandemi Covid-19. 

"Kami mengimbau orang tua dan wali kelas bergabung dengan grup Whatsapp, guna membangun komunikasi yang efektif. Sehingga, diharapkan orang tua dapat menginformasikan keberlangsungan dan kesulitan anak kepada wali kelas selama melaksanakan belajar dari rumah (BDR)," terang Dewi dikutip dari disdik.jabarprov.go.id, Sabtu (30/5/20). 

Dewi menjelaskan dalam BDR orang tua harus dapat mengkondisikan lingkungan sesuai dengan protokol kesehatan, menyiapkan asupan makanan dan minuman yang bergizi, orang tua mengetahui jadwal BDR dari sekolah, mengkondisikan anak melakukan kegiatan belajar sesuai jadwal dan program BDR, serta mengawasi kegiatan BDR anak.

"Motivasi anak untuk percaya diri dengan hasil belajar sendiri. Juga hargai hasil belajar anak apapun capaian hasil belajar mereka," ucap Dewi. 

Untuk mengoptimalkan PBM selama pandemi Covid-19, Disdik Jabar pun menetapkan standar operasional prosedur (SOP) kegiatan pelayanan pendidikan pada SMA/SMK/SLB se-Jawa Barat mulai tanggal 2 Juni hingga 10 Juli 2020. Hal ini merujuk surat Nomor 423/ 6937 – Set.Disdik tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) Kegiatan Layanan Pendidikan SMA/SMK/SLB Selama Pandemi Covid-19 di Provinsi Jabar. 


Adapaun SOP  yang berlaku mulai tanggal 2 Juni hingga 10 Juli 2020, bagi peserta didik dan guru, sebagai beriku : 

A. Peserta Didik
Tanggal 2 – 19 Juni 2020:
1. Peserta didik belajar di rumah mulai tanggal 2 Juni sampai 18 Juni 2020.
2. Peserta didik mengikuti kegiatan penilaian akhir tahun yang dapat dilakukan melalui daring atau non-daring dengan mengikuti strategi yang diterapkan sekolah.
3. Peserta didik mengikuti kegiatan remedial bagi yang belum menyelesaikan program sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal.
4. Peserta didik dapat mengikuti pengayaan yang diprogramkan sekolah.
5. Peserta didik kelas X, XI (SMA/SMK/SMALB), kelas I – V (SDLB), dan kelas VII, VIII (SMPLB) menerima pembagian rapor yang dilaksanakan tanggal 19 Juni 2020.
 
Tanggal 22 Juni – 10 Juli 2020:
1. Peserta didik menjalani libur akhir tahun kegiatan sekolah, khususnya kelas X, XI (SMA/SMK/SMALB), kelas VII, VIII (SMPLB), dan kelas I – V (SDLB).
2. Peserta didik kelas VI (SDLB), kelas IX (SMPLB) melaksanakan pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ke jenjang berikut dan satuan pendidikan berikutnya.
 
B. Guru
Tanggal 2 – 19 Juni 2020:
1. Guru melakukan pembimbingan kepada peserta didik berkenaan kegiatan belajar di rumah mulai tanggal 2 Juni sampai dengan 18 Juni 2020.
2. Guru melaksanakan kegiatan penilaian akhir tahun yang dapat dilakukan melalui daring atau non-daring dengan mengikuti strategi yang diterapkan sekolah.
3. Guru melakukan pembimbingan kegiatan remedial bagi yang belum menyelesaikan program sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal.
4. Guru melakukan pembimbingan kegiatan pengayaan yang diprogramkan sekolah.
5. Guru/wali kelas melaksanakan pengisian daftar nilai dan administrasi kelas dalam persiapan pembagian rapor.
6. Guru/wali kelas melaksanakan pembagian rapor untuk peserta didik kelas X, XI (SMA/SMK/SMALB), kelas I –V (SDLB), dan kelas VII – VIII (SMPLB) yang dilaksanakan tanggal 19 Juni 2020.
 
22 Juni – 10 Juli 2020:
1. Melaksanakan tugas menyiapkan program pendidikan, administrasi pembelajaran, dan infrastruktur model dan bahan ajar untuk tahun pelajaran 2020/2021.
2. Melaksanakan tugas tambahan pelaksanaan PPDB Tahun Pelajaran 2020/2021.
3. Menyiapkan infrastruktur kelas dengan memperhatikan protokol kesehatan penanganan Covid-19 untuk persiapan tahun pelajaran 2020/2021.
4. Saat melaksanakan piket, guru dapat membuat persiapan pembelajaran pasca-pandemi Covid-19, seperti pembuatan modul pembelajaran dsb.
5. Model pembelajaran yang dibuat sebaiknya merupakan kolaborasi antarmata pelajaran.