Disdik Kota Bandung Fasilitasi Sarana Pembelajaran Jarak Jauh

Disdik Kota Bandung Fasilitasi Sarana Pembelajaran Jarak Jauh
Dok Humas Pemkot Bandung

 

BANDUNG (golali.com) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung akan memfasilitasi siswa yang tidak memiliki sarana untuk menunjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada tahun ajaran 2020/2021. Kebijakan PJJ ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah. 

"Ada sekitar 9,25 persen siswa yang terkendala dengan alat-alat yang menunjang pembelajaran. Misal di satu rumah yang punya HP (hand phone) ayahnya, ketika ayahnya harus bekerja, maka siswa tidak bisa belajar. Bahkan ada yang sama sekali tidak punya sarana penunjangnya," ucap Kepala Seksi Kurikulum SMP Disdik Kota Bandung, Bambang Ariyanto dalam rilis yang diterima golali.com, Selasa (14/7/2020).

Disdik Kota Bandung mengimbau seluruh sekolah meminjamkan tablet atau laptop sebagai menunjang PJJ untuk siswanya. Apabila satu sekolah SMP Negeri memiliki 100-200 laptop dengan rata-rata Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) di angka 5-8 persen, maka laptop tersebut bisa dipinjamkan.

"Prosedurnya, sekolah membuat berita acara peminjaman. Misalkan anak yang terdata ada 10 orang, lalu diantarkan laptopnya ke rumah oleh guru. Nantinya orang tua menandatangani Berita Acara Peminjaman," terang Bambang.

Sementara untuk siswa yang terkendala biaya kuota data internet, sekolah diimbau memberi bantuan dengan anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). 

Bambang mengungkapkan kebijakan PJJ telah diterapkan pada tingkat TK, SD dan SMP sejak awal pandemi Covid-19 atau selama empat bulan pada tahun ajaran 2019/2020 lalu. Di mana sekitar 90 persen siswa sudah bisa melaksanakan PJJ. 

"Kekagetan di seluruh dunia (pandemi Covid-19), kita tidak mempersiapkan (PJJ). Tapi itu hanya berlangsung satu bulan, setelahnya kita bisa beradaptasi," tutur Bambang.

Sementara dari pendidik, sempat terjadi kendala terkait kompetensi teknologi dari sebagian guru-guru di sekolah sebanyak 8,35 persen dalam metode PJJ ini. Namun hal tersebut sudah diantisipasi dengan menggelar pelatihan.


"Selama PJJ jilid 1 berlangsung kemarin sekitar 3-4 bulan kita melatih para guru. Insyaallah guru-guru di Kota Bandung semakin siap untuk PJJ jilid 2 sekarang," tutup Bambang.