DIY Masih Terapkan Tanggap Darurat Bencana Covid-19 Hingga Akhir Agustus 2020

DIY Masih Terapkan Tanggap Darurat Bencana Covid-19 Hingga Akhir Agustus 2020
Yogyakarta, Golali.com

YOGYAKARTA (golali.com) - Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperpanjang status Tanggap Darurat Bencana (TDB) Covid-19 hingga 31 Agustus 2020 mendatang. Perpanjangan status tersebut berdasarkan SK Gubernur Nomor 227/KEP/2020 tentang penetapan perpanjangan ketiga status Tanggap Darurat Bencana Covid – 19 DIY.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) DIY R. Kadarmanta Baskara Aji, keputusan ini berdasarkan kasus konfirmasi positif Covid – 19 masih belum bisa dikatakan landai dan cenderung naik. Selain itu, Presiden Joko Widodo  belum mencabut Status Bencana Nasional.


“Tidak hanya itu saja, masih ada beberapa penanganan lain yang masih diperlukan seperti untuk persiapan pemulihan ekonomi, untuk memberikan bantuan sosial dan yang lain. Untuk itu kita masih memerlukan Status Tanggap Darurat diperpanjang,” tegas  Aji dikutip dari jogjaprov.go.id, Jumat (31/7/2020).

Untuk itu, dalam perpanjangan status TDB ini DIY akan lebih fokus pada kesehatan dan ekonomi. Untuk kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. 

Dalam bidang ekonomi langkah yang akan dilakukan  yaitu pemberian insentif kepada usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan Koperasi. 

“Ini segera kita eksekusi begitu data yang saat ini sedang kita kumpulkan sudah selesai. Persyaratannya adalah mereka punya usaha, tidak bankable itu, kemudian ini ada pertambahan lagi persyaratan yang diberikan oleh Kementerian Koperasi yaitu mereka tidak punya tabungan lebih dari Rp 2,5 juta di rekeningnya,” terang Aji.

Sementara dalam menghindari penyebaran Covid-19 dalam bidang pariwisata sebagai salah satu sektor ekonomi yang dikhawatirkan berpotensi menambah jumlah kasus baru Covid-19, DIY tetap berkomitmen untuk tetap membuka sektor pariwisata, tetapi tidak secara besar-besaran. Pengoperasian melalui beberapa tahapan dan syarat ketat.

“Kalau ada pelanggaran terhadap protokol kesehatan di dalam sebuah destinasi, maka destinasi tersebut akan kita tutup sementara. Hal ini agar aturan bisa dipatuhi oleh semua pihak dan protokol kesehatan harus dilaksanakan sebaik-baiknya,” tandas Aji. 

Begitu pula dengan wisatawan, bagi  pengunjung yang tidak patuh tidak diperkenankan untuk masuk ke obyek wisata dan diharuskan pulang.