Hardiknas 2020 di Tengah Pandemi Covid-19

Hardiknas 2020 di Tengah Pandemi Covid-19
Dok Kemendikbud.go.id

JAKARTA - Sejak dikeluarkannya Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No 316 tahun 1959 tentang Hari-Hari Nasional yang Bukan Hari Libur. Setiap tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Pemilihan tanggal 2 Mei berdasarkan keputusan yang ditandatangani Presiden Soekarno ini untuk mengenang jasa tokoh pendidikan Indonesia Ki Hadjar Dewantara. Di mana tanggal 2 Mei, sebagai hari kelahiran pahlawan nasional yang bernama asli Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. 

Pendiri Taman Siswa ini lahir di Yogyakarta pada 2 Mei 1889 dan wafat pada 26 April 1959 di Yogyakarta. Ki Hadjar Dewantara termasyur dengan istilah Tut Wuri Hadayani  artinya di Belakang Memberikan Dorongan. Istilah ini menjadi motto dalam dunia pendidikan di tanah air. 

Peringatan Hardiknas ini biasanya ditandai dengan upacara pengibaran bendera, di lembaga negeri maupun swasta yang berkaitan dengan lembaga pendidikan serta kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Berbeda dengan Hardiknas 2020 akibat adanya wabah Covid-19 di tanah air upacara pengibaran bendera hanya terpusat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan tepusat, terbatas, dan memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. 

Mengutip kemendikbud.go.id pada 29 April 2020, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim mengeluarkan surat edaran bernomor 42518/MPK.A/TU/2020 tentang Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2020. Tema peringatan Hardiknas 2020 "Belajar dari Covid-19"


Dalam surat tersebut menteri mencantumkan beberapa point di antaranya mengimbau instansi pusat, daerah, satuan pendidikan, serta kantor Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri untuk mengikuti jalannya upacara bendera melalui siaran langsung di kanal Youtube Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan saluran TV Edukasi dari rumah atau tempat tinggal masing-masing yang berlangsung pada 2 Mei 2020 pukul 08.00 WIB. Menteri pun mengimbau insan pendidikan untuk menyaksikan program peringatan Hardiknas 2020 "Belajar dari Covid-19" di TVRI pada 2 Mei 2020, pukul 19.00 - 20.30 WIB. 

Surat tersebut berpijak pada Keputusan Presiden Nomor 11 tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19 dan Keputusan Presiden No 12 tahun 2020 tentang Bencana Nonalam Penyebaran Covid-19 sebagai Bencana Nasional. 

Akibat Covid-19 sistem belajar dalam dunia pendidikan di Tanah Air, sejak pertengahan Maret 2020 sampai sekarang mengalami cara yang berubah. Di mana para siswa dan guru belajar dan mengajar dari rumah, menggunakan media teknologi informasi yang terhubung dengan jaringan internet. Selain itu untuk siswa kelas 6 SD, 9 SMP, dan 12 SMA/SMK, dalam kelulusannya tidak berpedoman pada Ujian Nasional (UN) melainkan ujian sekolah (nilai rapor, penugasan, sampai tes jarak jauh). Pasalnya akibat Covid-19, pendidikan Indonesia tidak menggelar UN sebagai langkah jaga jarak untuk memutus penyebaran Covid-19.