Hari Anti Tembakau, Langkah untuk Berhenti Merokok

Hari Anti Tembakau, Langkah untuk Berhenti Merokok
ilustrasi needpix

 

JAKARTA (golali.com) - Setiap 31 Mei diperingati sebagai hari tanpa tembakau Sedunia atau diidentikan sebagai hari tanpa rokok sedunia. Peringatan ini mulai digaungkan oleh salah satu badan dari Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) yaitu World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia sejak 7 April 1988 dan memilih tanggal akhir di bulan Mei sebagai hari bebas tembakau. 

Penetapan hari anti tembakau ini, berkaitan dengan efek buruk dari tanaman yang mengandung nikotin ini, yang bisa mengakibatkan berbagai penyakit. Mulai dari menyerang paru-paru sampai organ lainnya dalam tubuh, jika digunakan sebagai rokok. 

Penyakit itu antara lain kanker paru, serangan jantung, stroke, kanker, kelainan janin, dan lain-lain. Di Indonesia sendiri, untuk mengurangi tingkat konsumsi rokok, berbagai langkah telah dilakukan pemerintah mulai dari pemasangan gambar efek penyakit dari rokok pada kemasan rokok, iklan layanan masyarakat, penghentian sponsor produk rokok untuk berbagai acara, penyuluhan akibat rokok, dan kawasan bebas rokok. 

Namun berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) dari Badan Litbangkes Kemenkes pada tahun 2018, terjadi peningkatan prevelansi merokok penduduk usia 18 tahun dari 7,2% menjadi 9,1%. Sementara berdasarkan Kajian Badan Litbangkes tahun 2015, terjadi lebih dari 230 ribu jiwa meninggal akibat produk tembakau per tahun. 

Jadi sudahkah Anda berhenti merokok hari ini? Selain kesehatan, konsumsi rokok yang tinggi berimpilkasi pada penurunan ekonomi keluarga. Pasalnya kebiasaan merekok cenderung susah untuk dihentikan, akibat kandungan nikotin yang menyebabkan efek candu atau ketergantungan.