Hindari Masuk Zona Merah, Pemkot Bandung Bakal Tutup Ruang Publik

Hindari Masuk Zona Merah, Pemkot Bandung Bakal Tutup Ruang Publik
Ema Sumarna mengatakan rencana penutupan ruang publik guna menghindari Kota Bandung masuk zona merah (Dok : Humas Pemkot Bandung)

 

 

BANDUNG (golali.com) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berencana menutup sejumlah ruang publik. Guna mencegah kerumunan orang sehingga Kota Bandung yang kini masuk zona orange tidak berubah menjadi zona merah.

 

 

“Saya akan melapor ke Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung agar ruang publik di beberapa lokasi sementara untuk tidak dipakai terlebih dahulu. Semua Alun-alun dan taman-taman kita tutup," tandas Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna, dalam rilis yang diterima golali.com, baru-baru ini.


Selain itu Ema mengintrusikan pada camat dan lurah untuk terus, mengkampanyekan
penerapan protokol kesehatan dan penanganan masalah Covid-19 kepada warganya.

 

Menurut Ema langkah cepat ini perlu dilakukan dengan seluruh gugus tugas dari level kota, kecamatan hingga kelurahan. Mengingat situasi terkini mobilisasi masyarakat yang semakin tinggi.

 

“Terjadi pergerakan-pergerakan yang harus kita antisipasi,” tambah Ema.

 

Selain itu, Ema mengingatkan kepada warga Kota Bandung terkait peningkatan Covid-19 di Kota Bandung pada klaster keluarga. 

 

“Terutama klaster keluarga yang saat ini sudah bergerak pada angka 30 persen. Hal yang menjadi faktor penyebab ini kebanyakan itu dari kontak erat. Misalkan ada orang yang bekerja di wilayah zona merah dan berkontak erat dengan pihak keluarganya,” terang Ema.


Untuk itu, Ema terus mengajak warga untuk disiplin memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, serta tidak berkerumun (3M1T).

"Dengan anggota keluarga sekali pun. Interaksi dengan keluarga relatif lebih aman akan tetapi kalau sudah keluar lingkungan keluarga itu suatu keniscayaan, wajib menerapkan 3M 1T,” tegas Ema.

 

Sedangkan relaksasi sektor perekonomian, Ema juga mengaku akan mengevaluasinya. Pihaknya akan tegas menegakkan sanksi terhadap pelanggar aturan perwal adaptasi kebiasaan baru.

 

“Evaluasinya bukan menambah, justru yang sudah ada ini kita evaluasi. Kalau ada pelanggaran kita tindak saja dengan kewenangan didalam perwal itu sendiri," kata Ema. (*/golali.com)