Imbas Pandemi Covid-19, 150 Hotel di Jabar Dijual

Imbas Pandemi Covid-19,  150 Hotel di Jabar Dijual
Ilustrasi hotel. Sekitar 150 hotel di Jawa Barat dijual

BANDUNG (Golali.com) – Pandemi Covid-19 berimbas pada bisnis hotel di Provinsi Jawa Barat, dari 3.159 hotel di Jawa Barat sekitar 150 hotel dijual, 15 di antaranya dijual di marketplace. Dengan harga bervariasi dan di berbagai kawasan yang menjadi jantung kunjungan wisatawan.


Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI)  Jawa Barat,  Herman Muchtar, menerangkan  saat ini pihaknya sedang mendata hotel yang akan dijual, yang sudah terdata  ada 150 hotel di Jawa Barat yang dijual.


“Awalnya diperkirakaan hanya 10 hotel, setelah kita lakukan pendataan ternyata untuk di Kota Bandung, Kabupaten  Bandung Barat, dan Kota Cimahi itu sudah lebih dari 60 hotel,” ungkap Herman kepada wartawan, Kamis (18/2/2021).

Klik juga


Herman mengungkapkan alasan para pengusaha hotel menjual aset property tersebut, karena  para pengusaha sudah tidak memiliki daya tahan untuk mempertahankan bisnisnya. Di mana sektor pariwisata menjadi sektor paling awal dan berlanjut terdampak pandemi Covid-19.


Kita sangat-sangat prihatin sekali, bahwa kondisi Covid-19 ini sampai sekarang ini belum ada titik terang kapan akan berakhir . Nah kemudian kita sudah hampir satu tahun bahwa pengusaha terdampak dari pada Covid tersebut. Sehingga daya tahan dari para pengusaha  (diperkirakan) sampai bulan Juli, November, Desember, Februari sampai sekarang sudah tidak bisa,” beber Herman.


Menurut Herman, para pengusaha hotel yang terpuruk pandemi, awalnya sangat terasa di Yogyakarta, Jakarta, dan Bali yang menawarkan melalui marketplace, kemudian Jawa Barat khususnya Bandung.


Untuk itu, lanjut Herman dengan kondisi  seperti ini, sudah waktunya pemerintah memberikan perhatian. Dengan menciptakan suatu kebijakan-kebijakan yang dapat menyelamatkan para pengusaha hotel dari kondisi seperti ini.


“Kita tahu persis sektor pariwisata khususnya hotel dan restoran di Kota Bandung sendiri memberikan pendapatan asli daerah (PAD) 32 persen, lebih kurang  antara Rp 1,2 -1,4 triliun per tahun,” ucap Herman.


Terkait hibah dari pemerintah sekitar Rp3,3 triliun untuk sektor pariwisata se-Indonesia, sambung Herman itu tidak dapat meningkatkan bisnis hotel dan restoran. 


“Misalkan kebagian Rp100 miliar, Kota Bandung terserap Rp59 miliar itu hanya dapat untuk 93 hotel dan 37 restoran ini sangat  jauh dari jumlah hotel di Kota Bandung yang mencapai 470 hotel dan di Jawa Barat mencapai 3.195 hotel,” tegas Herman. (*/Golali.com)