Ini Aturan Masuk Malioboro

Ini Aturan Masuk Malioboro
Malioboro, Kota Yogyakarta

 

YOGYAKARTA (golali.com) - Dalam menghadapi 'new normal' atau tatanan kehidupan baru, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi warga, pedagang, wisatawan, dan berbagai pihak yang memasuki kawasan Jalan Malioboro sejak Kamis 11 Juni 2020.

Protokol kesehatan yang diterapkan di kawasan ikon dari Kota Yogyakarta ini di antaranya semua orang yang memasuki Malioboro harus menggunakan masker, di setiap titik masuk kawasan ini ditempatkan petugas yang akan memeriksa suhu tubuh, dan untuk menerapkan jaga jarak dilakukan pembagian akses bagi pejalan kaki menjadi dua arah.

“Sisi trotoar bagian barat digunakan untuk akses pejalan kaki dari selatan ke utara, sementara sisi trotoar sebelah timur digunakan untuk akses pejalan kaki dari arah utara ke selatan. Kalau sisi utara ada di depan Hotel Grand Inna, kalau sisi selatan ada di Tugu Ngejaman, utaranya Gedung Agung. 'Nyuwun sewu' kalau tidak pakai masker, kami minta untuk putar balik, dilarang masuk. Selain itu, pengunjung juga wajib untuk scan barcode yang tertera, untuk memudahkan kami melakukan pelacakan jika terjadi sesuatu. Ketentuan ini tak hanya berlaku bagi para pengunjung saja, melainkan juga berlaku untuk pedagang," terang Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Malioboro Ekwanto dikutip dari jogjaprov.go.id, Sabtu (19/6/2020).

Dalam menerapkan kebijakan ini, petugas akan aktif selama 24 jam yang terbagi kedalam tiga shift. "Kami harapkan, kontrol bisa dilakukan tanpa jeda, kalau ada jam nonaktif-nya kan percuma saja. Malioboro kan aktif selama sehari penuh,” tandas Ekwanto.

Selain itu, pihaknya telah memasang 40 wastafel cuci tangan di sepanjang Malioboro. "Pembagiannya, sepanjang trotoar sisi kanan 20 buah, kiri juga 20 buah. Ini fasilitas dari Pemkot, airnya kami isi setiap hari. Tak hanya itu, tempat duduk yang ada di Malioboro sudah kami beri tanda agar pengunjung bisa saling menjaga jarak. Mohon dukungan masyarakat agar tidak merusak tanda yang telah dipasang tersebut,” harap Ekwanto.

Berdasarkan data UPT Malioboro sejak diberlakukannya kebijakan ini sampai Kamis 18 Juni 2020, tercatat ada sekitar 3.000 hingga 4.000 pengunjung yang memasuki Kawasan Malioboro.