Ini Nilai Dana Bantuan Fasilitasi Bidang Kebudayaan 2021

Ini Nilai Dana Bantuan Fasilitasi Bidang Kebudayaan 2021
Form pendaftaran Fasilitas Bidang Kebudayaan (Dok Tangkapan Layar)

 

JAKARTA (Golali.com) – Untuk mengikuti pendaftaran Fasilitasi Bidang Kebudayaan  (FBK) 2021, pendaftar dari Perseorangan, Komunitas Budaya, dan Lembaga/Organisasi Kemasyarakatan yang bergerak di Bidang Kebudayaan dapat memilih salah satu dari tiga jenis kegiatan kebudayaan. Dengan jumlah dana bantuan yang berbeda-beda..   

 

Mengutip laman resmi fbk.id, kategori  kegiatan kebudayaan tersebut :  

1. Dokumentasi Karya/Pengetahuan Maestro 

2. Penciptaan Karya Kreatif Inovatif

3. Pendayagunaan Ruang Publik.

 

Nilai dana bantuan yang diberikan untuk masing-masing kegiatan kebudayaan tersebut berbeda-beda, yaitu : 

1. Kegiatan Dokumentasi Karya/ Pengetahuan Maestro  maksimal Rp. 500 juta dan termasuk pajak 

2. Kegiatan Penciptaan Karya Kreatif Inovatif maksimal Rp750 juta dan termasuk pajak 

3. Kegiatan Pendayagunaan Ruang Publik maskimal Rp500 juta dan termasuk pajak .

4. Khusus penerima Perseorangan, untuk ketiga kategori kegiatan, paling banyak diberikan Rp. 250 juta.

Baca juga : 

 

Bantuan dana Fasilitasi Bidang Kebudayaan ini dapat digunakan untuk Biaya Operasional dan Biaya Produksi Kegiatan.  Di mana ketentuan biaya manajemen meliputi pembelian ATK, penyelenggaraan rapat persiapan, dan penyusunan laporan paling banyak  dua persen  dari total dana bantuan yang diterima.

 

Untuk diketahui  Fasilitasi Bidang Kebudayaan merupakan fasilitasi dana hibah yang diberikan pemerintah kepada suatu kelompok kebudayaan atau perseorangan, tidak diperuntukan untuk pembangunan fisik dan non-komersial. Dana hibah ini dapat digunakan langsung masyarakat maupun pihak-pihak yang terkait bidang kebudayaan (stakeholder) untuk mendorong upaya pemajuan kebudayaan secara langsung dan menyeluruh.

 

 

Latar belakang hadirnya Fasilitasi Bidang Kebudayaan berdasarkan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945   Pasal 32 : “Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.” 

Program Fasilitasi Bidang Kebudayaan ini sebagai salah satu hasil dari Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) yang diselenggarakan pada 2018. (*/Golali.com)