Ini Program Pemkot Bandung Atasi Stunting 

Ini Program Pemkot Bandung Atasi Stunting 
Dok Humas Pemkot Bandung

 

BANDUNG (golali.com) - Wali Kota Bandung Oded M Danial menerangkan berdasarkan data bulan penimbangan balita pada Agustus 2019 Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mencatat 6,53 persen anak berusia 0–23 bulan di Kota Bandung mengalami stunting. Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya menekan stunting di Kota Bandung.

Berbagai langkah yang telah dilakukan Pemkot Bandung di antaranya program “Beas Beureum” atau bekal anak sekolah bergizi enak dan murah untuk menyasar siswa SD. Kemudian program Remaja Bandung Unggul tanpa Anemia (Rembulan), yakni pemberian tablet tambah darah bagi remaja.


"Kita juga ada Omaba (ojek makanan balita) yaitu berupa bantuan makanan bergizi untuk balita. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan status gizi masyarakat khususnya anak-anak di Kota Bandung," terang Oded. 

Selain itu Wali Kota Bandung mengeluarkan Keputusan Walikota (Kepwal) untuk menerapkan lokasi prioritas stunting 2020, dimana ada 15 kelurahan yang ditetapkan sebagai lokasi prioritas penanganan stunting tahun ini. 


“Namun pencegahan dan penanganan stunting tidak hanya dikhususkan pada kelurahan prioritas saja. Ini menjadi prioritas pembangunan yang akan dilaksanakan perangkat daerah pada tahun 2020. Sedangkan pada 2021 untuk semua kelurahan se-Kota Bandung,” tutur Oded.

Penanganan stunting ini menjadi tanggung jawab bersama, sehingga Pemkot Bandung, DPRD Kota Bandung, Lembaga Non-Pemerintah, dan masyarkat mengadakan Rembuk Stunting Tahun 2020 yang dilaksanakan secara daring membahas pencegahan dan penanganan stunting.  

"Kata kuncinya yang terpenting adalah membangun kolaborasi di antara semua stakeholder. Dengan adanya rembuk stunting ini diharapkan bisa menurunkan  angka stunting di Kota Bandung. Hingga akhirnya tidak ada lagi anak di Kota Bandung yang lahir dalam keadaan stunting," kata Oded.