Ini Syarat KBM Tatap Muka di Jawa Barat, Salah Satunya Harus Zona Hijau

Ini Syarat KBM Tatap Muka di Jawa Barat, Salah Satunya Harus Zona Hijau
Dok Humas Pemprov Jabar

 

BANDUNG (golali.com) - Gugus Tugas Percepat Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) memberikan berbagai syarat, kepada wilayah yang ada di Provinsi Jabar yang akan menggelar kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka. Syarat ini harus terpenuhi, guna menghindari penyebaran Covid-19 di sekolah. 

Ketua Tugas Percepat Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengungkapkan KBM tatap muka hanya dapat dilakukan di kabupaten kota dengan zona hijau atau nol kasus positif dan lebih spesifik lagi ke kecamatan zona hijau. Semua guru yang akan mengajar wajib melakukan swab test (test PCR). 


"Gurunya akan kita tes PCR, daerah tinggal mengajukan berapa ribu guru yang akan ditest. Setelah selesai baru anak-anak boleh sekolah," tegas Kang Emil sapaan dari Ridwan Kamil, dikutip dari humas.jabarprov.go.id, Jumat (30/7/2020).

Selain itu, semua yang mengikuti KBM tatap muka harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat, di antaranya siswa tak hanya wajib menggunakan masker tapi dilengkapi dengan pelindung wajah (face shield). Kapasitas kelas minimal 50 persen.

"Jadi bergiliran setengah tatap muka dan setengahnya daring. Pokoknya untuk anak-anak kita harus lebih teliti. Dengan sistem kombinasi tatap muka dan daring orang tua siswa dapat memilih apakah akan mengikuti KBM tatap muka atau daring. Kita tidak boleh memaksa orang tua. Kalau orang tuanya merasa khawatir tatap muka, dalam teori pandemi jangan dipaksa karena itu hak asasi. Maka kasih dia pilihan metode pembelajarannya," urai Kang Emil. 

Kang Emil menjelaskan pelaksanaan KBM tatap muka akan dilakukan secara bertahap mulai dari SMU/ SMK, jika kondisinya terkendali akan dilanjutkan jenjang di bawahnya. Salah satu wilayah di Provinsi Jabar yang akan menggelar KBM tatap muka dan daring yakni 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi yang saat ini telah masuk zona hijau.