Kamal Djafar, Berbisnis Sambil Berbagi 

Kamal Djafar, Berbisnis Sambil Berbagi 
Dok Humas Pemkot Bandung

BANDUNG (golali.com) - Efek wabah Covid-19 di tanah air tidak hanya menggerus kondisi kesehatan, namun juga menghambat berbagai profesi. Salah satunya pekerjaan Master of Ceremony (MC) pada berbagai acara, seperti yang dialami Kamaludin Zafar yang lebih dikenal dengan nama Kamal Djafar. 

Dalam kesehariannya Kamal membawakan acara untuk berbagai event yang menghadirkan banyak orang, tetapi sejak Covid-19 guna mengatasi penyebaran wabah tersebut pemerintah mengeluarkan kebijakan melarang kegiatan pengumpulan massa. Secara otomatis banyak kontrak kerja Kamal yang dibatalkan dan ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan. 

“Pekerjaan saya terdampak karena 98% event yang sudah masuk cancel dan postponed. Postponed-nya juga kita enggak tahu masuk di jadwal yang kosong atau sudah isi juga. Kalau masuk di jadwal isi berarti kan kita kehilangan satu pekerjaan,” terang Kamal dalam rilis Humas Pemkot Bandung yang diterima golali.com beberapa waktu lalu. 

Otomatis kondisi ini berimbas pada kehidupa ekonomi pria kelahiran 27 tahun lalu ini, selama beberapa hari Kamal merasa kacau. Beberapa temannya terus memberikan dukungan, setelah berdiskusi dengan dua temannya, akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk berwirausaha mengandalkan penjualan secara daring untuk belanja sayuran segar dari rumah melalui akun instagram (IG) @kangsayurbdg. 

"Hari ini investasi itu bukan cuma dalam bentuk uang atau finansial. Yang saya rasakan, investasi pertemanan jauh lebih bisa bermanfaat di situasi seperti sekarang ini,” tutur Kamal.

Kamal mulai melakoni bisnis, yang berbeda dengan profesi yang digelutinya ini sejak 23 Maret 2020 lalu. Dalam sehari rata-rata Kamal melayani 20 - 35 pelanggan. Cara bisnis yang dilakukan Kamal bersama dua rekannya ini, pelanggan yang memesan melalui akun IG maupun pesan Whatsapp akan menerima komoditinya esok hari yang dikirim melalui ojek daring. Untuk memenuhi kebutuhan pesanan tersebut, Kamal dan rekan-rekannya membelinya di pasar induk.  

“Dengan @kangsayurbdg, berarti ada 20-35 orang yang terbantu menjaga jarak untuk tak keluar rumah sehingga bebas dari potensi penularan. Berarti ada 20-35 ojek online yang bisa terbantu kebutuhan sembakonya dan bisa langsung pulang ke rumah. Dan ada puluhan tukang sayur di pasar yang juga tetep berpenghasilan. Itu baru dari kangsayurbdg. Sekarang kan banyak yang kayak kami,” ungkap Kamal. 

Kamal mengisahkan dirinya bukan yang sering ke pasar tradisional, namun dalam membangun usahanya ini Kamal mengunjungi pasar tradisional dan membangun relasi dengan para pedagang untuk memenuhi kebutuhan pesanan pelanggan. Kini setelah usahanya berkembang, Kamal telah mempekerjakan satu karyawan untuk membantunya berbelanja di pasar. 

“Awal saya belanja sendiri dan harus membangun relasi dengan orang pasar. Saya dulu bukan orang yang sering ke pasar. Sekarang @kangsayurbdg sudah merambah ke web dan punya satu karyawan,” sambung Kamal.

Meskipun baru merintis bisnis menjadi tukang sayur secara daring, Kamal tetap menyisihkan sebagian penghasilannya dengan memberikan sembako dan masker untuk pengemudi ojek daring yang mengantarkan pesanan. 

“Karena pada dasarnya orang Indonesia cepat kalau soal tolong-menolong. Cuma kadang mereka mager (malas bergerak). Ya sudah kami bantu. Kami membelanjakan pesanan anda dan membantu untuk berbagi kepada yang membutuhkan,” ujar Kamal

Tak hanya bantuan untuk ojek daring, Kamal pun membagikan 4.000 masker gratis untuk orang yang memerlukan. “Kita bagi masker kain sebanyak mungkin, tujuannya agar permintaan masker medis bisa berkurang, jadi harga masker bisa turun sehingga tenaga medis yang berada di garda terdepan itu bisa tetap mendapatkan masker dengan mudah, gitu kan konsepnya,” urainya.