Kang Pisman Masih Jadi Andalan Kota Bandung Tangani Sampah

Kang Pisman Masih Jadi Andalan Kota Bandung Tangani Sampah
Kawasan bebas sampah menjadi salah satu hasil dari Program Kang Pisman (Dok Humas Pemkot Bandung)

 

BANDUNG (Golali.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus melakukan sosialiasi dan edukasi kepada warga. Guna menerapkan pengolahan sampah, dari sumbernya melalui Program  Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan Sampah).


Pasalnya Kota Bandung sampai saat ini tidak memiliki tempat pembuangan sampah (TPS) akhir, karena keterbatasan lahan. 


Sementara berdasarkan data,  penduduk Kota Bandung menghasilkan rata-rata sampah 1.500 ton per hari. Kontribusi terbesar berasal dari sampah makanan dan daun sebesar 44,5 persen dan sampah plastik sekitar 16,7 persen dari botol, gelas, bungkus, wadah, dan kantong. 

Klik juga :


Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengungkapkan, melalui program Kang Pisman saat ini jumlah Kawasan Bebas Sampah (KBS) telah mencapai 143 KBS. Kota Bandung pun telah memiliki 467 bank sampah.   


Selain itu, Pemkot Bandung pun menjadikan Pasar Kosambi dan Cihapit, sebagai pasar tradisional percontohan pasar bebas sampah plastik.
Pemkot  Bandung pun  telah meluncurkan program menabung sampah menjadi emas. Sebanyak 120 keping emas yang masing-masing seberat 0,025 gram sudah dimiliki warga.


"Di era pandemi Covid-19, menabung sampah jadi emas merupakan terobosan. Hal ini menjadi solusi bagi warga untuk keluar dari himpitan ekonomi akibat pandemi," ucap Yana dikutip dari keterangan resminya, Jumat (26/2/2021).


Semua kegiatan dalam Program Kang Pisman ini, melibatkan warga dan para penggiat sampah di lingkungan terkecil.


"Tantangannya mengubah pola pikir warga, bagaimana mengubah sampah  menjadi hal yang berguna dan bernilai ekonomis. Oleh karena itu harus dipilih dan dipilah dari mulai level rumah tangga," sambung Yana. (*/Golali.com) 

 

Klik juga :