Kecamatan Astanaanyar Kembangkan Lebah Trigano Dalam Buruan SAE

Kecamatan Astanaanyar Kembangkan Lebah Trigano Dalam Buruan SAE
Buruan SAE di Kecamatan Astanaanyar (Dok Humas Pemkot Bandung)

 


BANDUNG (Golali.com) – Pemerintahan Kecamatan Astanaanyar Kota Bandung, memanfaatkan halaman (buruan dalam bahasa Sunda) Kantor Kecamatan Astanaanyar untuk beternak lebah trigano, ternak ayam joper, aquaponik, dan kebun. Hal ini sebagai penerapan program Buruan SAE (Sehat, Alamai, Ekonomis) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. 

 


Camat Astanaanyar, Syukur Sabar menjelaskan sebelum beternak lebah, pihaknya melakukan koordinasi dengan akademisi dan komunitas untuk mengkaji lebih dalam mengenai lebah trigano. 


“Jadi sebelum ke warga, kita punya dulu. Lebahnya berjalan, bunganya tumbuh sebagai makanannya,” kata Syukur dikutip dari rilis Humas Pemkot Bandung. 

 

Baca juga :

 


Setelah berjalan rutin, terus melakukan monitoring pemeliharaan untuk jangka panjangnya yang berkelanjutan. Dalam mengembangkan Buruan SAE di Kecamatan Astanaanyar, pihaknya melibatkan pemuda. 


 “Kita rangkul pemuda untuk dibina, siap untuk melakukan inovasi. Kita lihat semangat dan minatnya dulu, hingga hasilnya tercapai. Jadi ikut pelatihan, jangan sampai selanjutnya kesananya tidak ikut lagi, kan percuma,” terang Syukur.


Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan, lebah madu trigona sangat bermanfaat dan memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan tubuh. Apalagi di masa pandemi Covid-19, madu menjadi salah satu yang layak untuk dikonsumsi  sebagai daya tahan tubuh.


“Di masa pandemi ini bagus, jadi potensinya besar. Mudah-mudahan peternakan lebahnya bisa berkembang di tengan kebutuhan masyarakat terhadap sumber vitamin alami. vitamin C yang ada di lebah ini luar biasa,” ungkap Yana.


Perbedaan Lebah Trigano dan Lebah Avis 


Perwakilan dari Bandung Bee Sanctuary @lebahbandung, Yoga Restu Nugraha mengungkapkan budidaya lebah di perkotaan lebih cocok menggunakan lebah jenis trigona. 


Pasalnya lebah trigano lebih mudah beradapatasi dengan cuaca, lingkungan, dan memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik dibandingkan jenis lebah lainnya. 


“Jadi sekaligus simbiosis mutualisme juga untuk menyuburkan. Dengan konteks Buruan SAE ini lebahnya dapat makanan dari situ (sayuran) dan hasilnya yang ada untuk penyuburan maksimal,” tutur Yoga.


Secara fisik lebah trigona memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dibandingkan dengan lebah avis. Sistem sarang lebah trigona yang hampir seluruh tubuhnya berwarna hitam ini, berbentuk gumpalan tidak teratur. Ini berbeda dengan sarang lebah pada umumnya yang membentuk pola segi enam.


Lebah trigona dapat memberikan manfaat dengan berbagai macam produk yang berkhasiat seperti madu, propolis, dan bee polen trigona. Sementara soal rasa madu, tergantung  jenis tanaman yang dikonsumsi lebah.


 “Punya nilai ekonomi. Madu seliternya bisa sampai Rp500 ribu. Khasiatnya terjamin,” ucap Yoga. (*/Golali.com)