Kejari Kota Bandung Musnahkan Barang Bukti Kejahatan Selama 8 Bulan

Kejari Kota Bandung Musnahkan Barang Bukti Kejahatan Selama 8 Bulan
Dok Humas Pemkot Bandung

 

 

BANDUNG (golali.com) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bandung memusnahkan barang bukti dari pengungkapakan kejahatan periode Oktober 2019 sampai Mei 2020, berupa penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang, pelanggaran Undang-Undang Kesehatan, pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Konsumen, kasus lingkungan hidup, dan kasus pidana lainnya. 

Di antaranya sebanyak 6.172,4066 gram ganja, 128,7674 gram gorila, 1.774,1867 gram sabu-sabu, dan 17,6132 gram kokain. Turut juga dimusnahkan, psikotropika berupa ekstasi, alpazolam, dan MDMA sebanyak 329 butir. Semuanya merupakan hasil dari pengungkapan 253 perkara.

Adapula barang bukti berupa telepon seluler, rekapan, dan alat perjudian dari 12 perkara. Lalu krim temulawak dan obat tanpa ijin dari tiga perkara yang melanggar Undang-Undang Kesehatan. 

Kemudian dua pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Konsumen dengan barang bukti masker. Serta satu perkara lingkungan hidup dan beragam senjata tajam yang digunakan sebagai alat kejahatan lainnya terhimpun dari 101 perkara.

“Ini pemusnahan barang bukti yag kedua sejak saya menjabat. Pertama bulan Oktober (2019). Semuanya ini sudah inkrah, ini periode dari Oktober 2019 sampai Mei 2020,” beber Kepala Kejari Kota Bandung, Nurizal Nurdin dalam rilis Humas Pemkot Bandung yang diterima golali.com, Kamis (13/8/2020).

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana, mengaku prihatin dengan banyaknya barang bukti yang dihanguskan. Itu menjadi parameter jika masih banyak kejahatan di Kota Bandung. Yana mengungkapkan  beragam upaya pencegahan dan penanganan sudah dilakukan aparat penegak hukum bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

“Mudah-mudahan ke depan, bersama-sama kita bisa menurunkan angka kejahatan di Kota Bandung,” harap Yana.