Kemenkes : Jabar Tertinggi Kasus Thalasemia

Kemenkes : Jabar Tertinggi Kasus Thalasemia
Kemenkes : Jabar Tertinggi Kasus Thalasemia (Dok : Humas Pemkot Bandung)

 

 

 

BANDUNG (Golali.com) – Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Cut Putri Ariane mengungkapkan kasus penyakit thalasemia di Provinsi Jabar tertinggi secara nasional

 

 


Hal ini Cut Putri Ariane jelaskan saat menghadiri Kick Off Uji Coba Deteksi Dini Thalasemia di Puskesmas Garuda, Jalan Dadali Kota Bandung. Pada Selasa, 5 Oktober 2021. 

 

“Di Jabar datanya menunjukkan provinsi tertinggi sekitar 40 persen kasusnya. Makanya di Jabar dilakukan di 14 kabupaten dan kota (salah satunya Kota Bandung), yang terpilih melakukan uji coba,” terang Cut Putri Ariane.

Baca juga : 

 


Lebih lanjut, Cut Putri Ariane menjelaskan berdasarkan beberapa literatur dan referensi, saudara kandung penderita thalasemia hampir 50 persen menjadi pembawa sifat. Untuk itu, skrinning perlu dilakukan kepada saudara kandung dari penyandang thalasemia ini. 

 

 

“Pada skrinning (uji coba) para saudara kandung dari para penyandang thalasemia yang pada usia produktif. Terutama yang memang belum menikah agar mereka tahu bagaimana mengambil langkah selanjutnya, untuk kelanjutan perkawinan atau merencanakan keturunan,” imbuh Cut Putri Ariane. 

 

 

 

 

Thalasemia penyakit keturunan 

 

 

Untuk diketahui, thalasemia adalah penyakit kelainan darah yang mengakibatkan penderitanya cepat lelah, mudah mengantuk, hingga sesak nafas.

 

Baca juga : 

 

 

Kelainan darah ini termasuk penyakit keturunan dari orangtua atau genetik.  Sampai saat ini, belum ditemukan obat untuk penyakit thalasemia.

 

Hal yang bisa dilakukan dengan pencegahan yaitu dengan mencegah perkawinan sesama pembawa sifat thalasemia. Sehingga perlu ada deteksi dini atau skrinning. (*/Golali.com)