Kolaborasi Riung Priangan dengan Berbagai Pihak Pulihkan Pariwisata

Kolaborasi Riung Priangan dengan Berbagai Pihak Pulihkan Pariwisata
Dokumentasi Riung Priangan

 

BANDUNG (golali.com) - Dalam memulihkan pertumbuhan perekonomian hotel dan pariwisata Kota Bandung di masa pandemi Covid-19 ini,  Riung Priangan berkolaborasi dengan berbagai pihak menggelar berbagai kegiatan yang diharapkan dapat membantu mempromosikan dan mengajak masyarakat untuk berkunjung kembali ke Bandung. Beberapa kegiatan yang sedang dilakukan yakni Bandung Great Sale 2020 & West Java Great Sale 2020, sebagai hasil kerjasama Riung Priangan dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat (Jabar), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung.  

"Riung Priangan yang berkolaborasi dengan seluruh insan perhotelan, restoran, dan unsur pendukung pariwisata lainnya diharapkan bisa menjadi wadah kreasi yang mampu menjadi magnet bagi wisatawan domestik dan mancanegara sehingga dapat membantu pemulihan pariwisata Kota  Bandung maupun Provinsi Jawa Barat, sebagai tujuan pariwisata terkemuka di Indonesia," terang Ketua Riung Priangan Kota Bandung, Arief Bonafianto di Arion Swiss-Bell Hotel Bandung, Jumat (24/7/2020).

Sementara dalam menjalankan adaptasi kebiasaan baru (AKB) dalam dunia pariwisata, pihaknya sudah menerapkan standar opersional prosedur (SOP) sesuai dengan arahan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). SOP tersebut berupa cleanliness, healthy, and safety (CHS), guna memutus penyebaran Covid-19 dalam mengembalikan kondisi ekonomi pariwisata di Jabar.  

"Sebelum beroperasi kembali, seluruh restoran dan hotel yang termasuk anggota PHRI Jabar melakukan simulasi, sosialisasi, dan uji coba pelaksanaan CHS tersebut. Penerapan CHS ini melibatkan semua bagian dalam industri pariwisata seperti hotel mulai dari karyawan, tamu, sampai fasilitas  hotel maupun restoran," terang Arief. 

Selain itu hampir semua hotel membatasi kapasitas tamu hotel  hanya 50 persen dari keseluruhan, menyediakan layanan khusus kepada tamu yang ingin melaksanakan isolasi mandiri di hotel, menyediakan wastafel atau tempat cuci tangan yang dilengkapi dengan sabun dan pembersih tangan (handsanitizer) di depan hotel atau tempat strategis lainnya. Pembatasan aktivitas tamu hanya di dalam kamar yang dapat memanfaatkan layanan kamar (room service), serta menutup fasilitas hotel yang dapat menciptakan kerumunan orang dalam area hotel, melakukan screening pengunjung sebelum memasuki lokasi hotel seperti pengukuran suhu tubuh, penggunaan masker,  dan jaga jarak. 

"Sementara untuk karyawan, manajemen memastikan karyawan dalam keadaan sehat dan mewajibkan karyawan menggunakan masker, sarung tangan, dan pakaian kerja sesuai pedoman keselamatan dan kesehatan kerja," tutup General Manager Arion Swis-bell Hotel Bandung ini.