Komunikasi Pengaruhi Kemajuan Bangsa

Komunikasi Pengaruhi Kemajuan Bangsa
Menurut Dubes RI untuk Singapura, Suryopratomo, komunikasi menjadi suatu yang sangat penting dalam maju mundurnya suatu bangsa (Dok tangkapan layar webinar IDIK Unpad)

 

BANDUNG (Golali.com) -  Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, Suryopratomo memandang Ikatan Doktor Ilmu Komunikasi (IDIK), memiliki peranan yang sangat penting dalam membangun bangsa termasuk dalam mencapai Indonesia Emas pada 2045.


Hal itu terungkap saat mantan Direktur Utama Metro TV tersebut, menjadi salah satu pembicara dalam Webinar IDIK dengan tema Peran Strategis IDIK Menuju Indonesia Emas. 


Menurut Mas Tomi panggilan karib Suryopratomo, komunikasi menjadi suatu yang sangat penting dalam maju mundurnya suatu bangsa. 

Baca juga : Resensi Novel Debu Dalam Angin, Tidak Ada Keterlambatan...


“Komunikasi yang tidak baik akan ciptakan suasana yang tidak baik, saling curiga, saling menyalahkan, dan mengeluh,” ungkap Mas Tomi.


Untuk itu, komunikasi yang tidak baik sambungnya akan menciptakan demokrasi dalam tataran berbicara atau talking democracy, seharusnya working democracy  yang lahir dari komunikasi yang sehat.  


“Komunikasi yang sehat itu, seperti harus lakukan kritik jalannya pemerintahan dengan kata-kata yang bijak,” ucap Mas Tomi.


Salah satunya media massa, dalam menyampaikan kritik harus melalui  penyampaian pesan dengan bahasa yang baik. Pesan dari media massa  ini tidak akan kehilangan jiwa pengawasan jalannya  pemerintahan. 


“Tahun 1998, media massa kebebasan pers tetapi kehilangan nilai karakter kemanusiaan dengan bahasanya yang lebih vulgar. Padahal media tidak boleh sekedar mempublikasikan setelah itu masa bodoh, tetapi harus ada tanggung jawab dengan apa yang dipublish. Kita harus penuhi nilai integritas dan kredibilitas dalam media massa,” beber Mas Tomi.  


Seperti di Singapura, Mas Tomi menceritakan sebagai negara yang miskin sumber daya alam (SDA) warganya sangat kritis terhadap semua pengeluaran pemerintah. 


“Setiap pengeluaran pemerintah diawasi. Pada 2020 ekonomi Singapura karena Covid-19 minus 5,8 persen lebih tinggi daripada Indonesia minus 2,07 persen tetapi Singapura sudah naik lagi karena komunikasi yang baik antara masyarakat dan pemerintahnya, ” terang Mas Tomi.


 

Aset SDM dan SDA 
Indonesia, lanjut Mas Tomi sebenarnya memiliki aset yang besar untuk mencapai Indonesia Emas pada 2045.

Dari SDA, Indonesia memiliki hutan terluas nomor tiga di dunia dengan luas mencapai 99 juta hektare.

Begitupun dengan lautan yang didalamnya terdapat berbagai jenis ikan yang mencapai 6 juta ton per tahun. Mempunyai pertambangan minyak, pasir besi, dan cadangan gas alam yang semuanya dapat dioptimalkan dan sebagai anugerah untuk sumber daya manusia (SDM).


Sementara dari sisi SDM, pada 2045 memiliki angkatan kerja yang produktif dengan jumlah yang tinggi. Namun tantangannya jumlah SDM tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kualitas yang sudah dilakukan pemerintah saat ini dengan berbagi program beasiswa pendidikan di dalam maupun luar negeri.


“Untuk menjawab semua tantangan tersebut dengan komunikasi yang sehat yang terbangun dalam masyarakat,” pungkas Mas Tomi. (Yatni Setianingsih/Golali.com)

Baca juga :