Kota Bandung Masuki Adaptasi Kebiasaan Baru Jilid II

Kota Bandung Masuki Adaptasi Kebiasaan Baru Jilid II
Dok Humas Pemkot Bandung

BANDUNG (golali.com) - Kota Bandung akan melakukan adaptasi kebiasaan baru (AKB) jilid II yang mulai berlaku sejak Sabtu 11 Juli 2020 ini, setelah penerapan AKB jilid I pada 27 Juni sampai 10 Juli 2020. Perpanajangan ini terkait dengan kondisi wilayah di sekitar Kota Bandung yang berubah menjadi zona kuning, meskipun Kota Bandung  menunjukkan tren positif penanganan Covid-19.  Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung akan meningkatkan kewaspadaan untuk menjaga tidak terjadi lagi lonjakan kasus virus corona.

“Pada dasarnya kita akan melakukan upaya mengingatkan kepada masyarakat bahwa saat ini kita belum suasana normal. Tadi yang lebih disepakati itu buka tutup beberapa ruas jalan,” terang Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Yana Mulyana dalam rilis yang diterima golali.com, Sabtu (11/7/2020). 

Yana mengungkapkan berdasarkan hasil evaluasi AKB selama dua pekan terakhir, belum ada tambahan sektor yang diberikan relaksasi. Bahkan dari hasil rapat evaluasi,  aktivitas masyarakat yang berkerumun di pinggir jalan semakin banyak. Sehingga, penutupan jalan diharapkan bisa mengurangi kerumunan masyarakat agar tidak terjadi lagi klaster baru dari jalanan yang lebih sulit ditelusuri.

“Karena rata-rata relaksasi pelonggaran kegiatan rata-rata tutup pukul 21.00 sehingga kami berikan kelonggaran 1 jam untuk preparing mereka beres-beres dan kita sarankan mereka segera pulang. oleh karena itu pukul 22.00 sampai jam 06.00 pentupan ruas jalan kembali,” imbuh Yana. 

Yana mengungkapkan dalam masa AKB jilid II ini, tempat yang telah beroperasi kembali 
akan semain diperketat. Yakni dengan melibatkan lebih banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk monitoring langsung di lapangan.


“Kita tidak mungkin hanya membatasi hanya orang KTP Bandung yang zonanya biru bisa saja itu hadir dari orang dari zona kuning. Akhirnya tadi tetap disepakati teman-teman yang selama ini WFH (Work From Home) difungsikan melakukan pengawasan di sektor-sektor itu,” ungkap Yana.