Kudapan Tradisional Sunda, Primadona Lebaran

Kudapan Tradisional Sunda, Primadona Lebaran
Kudapan Tradisional Sunda/wikimedia

 

BANDUNG (golali.com) - Hari raya Idul Fitri atau yang lebih dikenal dengan sebutan Lebaran, menjadi momen untuk berkumpul bersama dengan keluarga besar. Untuk melengkapi kebersamaan ini, tak hanya dengan saling bertukar cerita namun juga dengan beragam cemilan ringan tradisional khas Sunda untuk menambah kehangatan suasana. Golali.com merangkum empat kudapan khas Sunda yang sering hadir menjadi suguhan untuk Lebaran, yaitu :

 

Opak

1. Opak

Opak merupakan salah satu olahan makanan berbahan beras ketan putih yang ditanak, kemudian ditumbuk dengan menggunakan alu dan jubleg (alat penumbuk tradisional Sunda), setelah halus maka adonan opak yang diberi garam dibentuk bulat tipis dengan tangan, lalu dijemur dibawah sinar matahari sampai kering, setelah itu baru dipanggang di atas bara api.

 

 

ranginang

2. Ranginang 

Rengginang atau ranginang merupakan kudapan yang terbuat dari beras ketan, bisa beras ketan putih maupun hitam. Biasanya rengginang terdiri dari tiga warna yaitu putih dan hitam yang berasal dari bahan dasar beras ketan yang dipakainya, juga rengginang merah yang terbuat dari beras ketan putih yang diberi terasi saat pengolahannya sehingga berubah menjadi warna merah.

Cara membuat rengginang terbilang cukup panjang dan rumit, yaitu beras ketan direndam selama satu malam, cuci sampai bersih, kukus, setelah itu campur dengan garam (tambah terasi jika ingin rengginang merah dengan rasa terasi), kukus kembali, setelah matang lalu bentuk bulat pipih, dan jemur di panas matahari setelah semuanya kering, goreng dalam minyak panas.

 

 

3. Wajit Cililin 

Wajit cililin merupakan salah satu kudapan yang manis, terbuat dari beras ketan dicampur dengan gula aren atau kelapa dan dibungkus dengan menggunakan daun jagung yang dikeringkan.

Tekstur wajit cililin sungguh menggoda lidah, tekstur bagian luar wajit yang rasanya legit ini kering tetapi ketika kita menggigitnya, tekstur dalamnya begitu lembut.

 

 

 
4. Sagon Bakar

Sagon bakar merupakan salah satu cookies khas Sunda, yang terbuat dari campuran tepung beras ketan, santan kelapa, kelapa parut, gula putih,dan garam.

Meskipun bernama sagon bakar, tetapi sebenarnya cara memasaknya dioven atau dipanggang. Kue kering yang dalam bahasa Sunda bernama sasagon ini, memiliki tekstur yang kering sehingga renyah saat digigit.

Rasanya yang manis dan gurih,berasal dari santan, kelapa parut, dan gula putih membuat lidah kita tidak berhenti untuk mengunyahnya.

Dahulu masyarakat Sunda membuat olahan itu sendiri, yang biasanya dimasak saat Ramadhan. Tetapi sekarang kita bisa membelinya di pasar tradisional maupun pasar modern.