Lima Solusi IoT Hasil XL Axiata Future Leaders

Lima Solusi IoT Hasil XL Axiata Future Leaders
Salah satu hasil dari XL Axiata Future Leader yakni IoT (Dok XL Axiata)

 


JAKARTA (Golali.com) – Pada peringatan 10 tahun XL Axiata Future Leaders (XLFL) ditandai  dengan penyerahan solusi berbasis Internet of Things (IoT) karya mahasiswa XLFL kepada masyarakat untuk bisa diterapkan guna meningkatkan produktivitas usahanya. 


Ada lima solusi IoT dari program XL Axiata Future Leader yang diserahkan untuk dilakukan uji coba lapangan oleh para penerima manfaat :


1. WaletQu, yaitu solusi bagi peternak burung walet guna mengontrol habitat hewan tersebut. Solusi ini memiliki fitur-fitur yang menggabungkan enam esensi unsur yang diperlukan untuk menjaga habitat wallet, yang sekaligus memudahkan peternak untuk mengakses bangunan burung wallet melalui smartphone. Perangkat ini selanjutnya diserahkan kepada peternak di Makassar.


2.  e-KanaXin. Solusi ini menjadi jawaban bagi pengusaha ikan asin dalam mengatasi masalah cuaca dan kontaminan. Perangkat ini terkoneksi dengan alat pengering dan dilengkapi dengan sensor berat, suhu, dan kelembaban yang dapat memberikan data kondisi ikan asin secara real-time melalui smartphone.  Dengan e-kanaxin, para nelayan ikan asin dapat menghasilkan ikan asin dengan kualitas lebih tinggi, kekeringan yang merata dan bebas dari kontaminan. Perangkat ini akan diterapkan untuk para nelayan di Belawan,  Kota Medan.

Baca juga : 

 


3. Portani, yaitu solusi berbasis IoT berupa alat pengering rempah otomatis yang mampu mengeringkan rempah secara efektif dan higienis. Penggunaan Portani dapat menurunkan tingkat kegagalan hingga 40 persen. Dengan perangkat ini, petani bisa menekan potensi kegagalan yang signifikan. Perangkat ini diterapkan di Rumah Jamu Menoreh, Yogyakarta.

 

4. Salt-E, yaitu solusi IoT yang bisa membantu mengetahui kualitas garam secara real-time. Perangkat ini terdiri dari mikroprosesor, sensor suhu, dan beberapa probe salinitas yang disesuaikan dengan jumlah kolam dalam satu tambak garam. Perangkat ini diterapkan petani garam Surodadi, Kabupaten Jepara.

 

5. Digiyandu atau Digital Posyandu, yaitu solusi berupa timbangan berat dan panjang/tinggi berbentuk portable, yang dilengkapi termometer nirkontak berbasis IoT. 


Perangkat ini menggunakan sensor yang terintegrasi dan database untuk memberikan data real-time kepada Dinas Kesehatan dan pengguna (kader dan ibu balita) melalui aplikasi. 


Selain itu, dengan adanya aplikasi, sang ibu balita bisa mendapatkan akses Kartu Menuju Sehat dan mengetahui informasi terbaru dari posyandu. Perangkat ini diterapkan di Puskesmas Kratonan, Kota Surakarta. (*/Golali.com)