Manis Gurih Nasi Goreng Original

Manis Gurih Nasi Goreng Original
Nasi goreng original

 
BANDUNG (golali.com) – Nasi goreng seringkali menjadi salah satu andalan menu, di berbagai tempat makan. Mulai dari pedagang pinggir jalan seperti pedagang kaki lima, gerobak, kafe, kedai, sampai dengan restoran hotel bintang lima. 


Nasi goreng original dengan tampilan yang sederhana, yakni hanya berupa nasi yang digoreng dengan beberapa bumbu seperti bawang putih, kemiri, dan garam. Kemudian ditambah dengan telur yang memberikan rasa gurih.

Baca juga


Nasi goreng original biasanya berwarna cokelat, yang berasal dari kecap manis yang memberikan citarasa legit. Sepiring nasi goreng original yang hangat, sangat pas jika ditambah dengan kerupuk dan beberapa sayuran segar seperti potongan kol dan mentimun.


Kadang kala, nasi goreng original disajikan dengan acar mentah yang terdiri dari potongan wortel, cabai rawit, dan cuka yang memberikan sensasi rasa pedas dan asam.


Sejarah Nasi Goreng 


Makanan yang cara memasaknya dengan menggunakan sedikit minyak mirip dengan menumis ini, berdasarkan berbagai literatur sejarah disebut-sebut berasal dari China. 


Awalnya, kuliner yang bahan bakunya dari nasi ini tercipta karena kebiasaan warga Negara Tirai Bambu yang tidak menyukai makanan yang disajikan dingin. 


Seiring dengan banyaknya warga Negara Panda di masa lampau yang merantau keberbagai negara, termasuk Nusantara sehingga kuliner ini pun meyebar di Tanah Air dengan tentunya mengalami modifikasi sesuai dengan bahan baku yang tersedia dan lidah warga setempat.


Saat ini, nasi goreng terus mengalami perkembangan dengan beragam bumbu dan topping yang bervariasi.


Waktu Menikmati Nasi Goreng 


Untuk penyajian di rumah, nasi goreng biasanya menjadi salah satu menu andalan untuk sarapan. Nasi yang dipakai merupakan nasi yang tidak habis pada malam sebelumnya, namun memiliki kondisi yang masih baik untuk dikonsumsi.


Sementara pada pedagang kaki lima dan gerobak yang berkeliling permukiman penduduk, biasanya menjual nasi goreng pada malam hari. Namun adapula yang menjualnya untuk menu makan siang. Nasi yang digunakan memang sengaja memasak nasi untuk nasi goreng.


Sementara di kafe, kedai, maupun restoran hotel, nasi goreng bisa dipilih konsumen sepanjang waktu. Mulai dari pagi,siang,sampai malam hari (*/golali.com)