Masuk Zona Biru, Warga Kota Bandung Jangan Euforia

Masuk Zona Biru, Warga Kota Bandung Jangan Euforia
Dok Humas Pemkot Bandung

 

BANDUNG (golali.com) - Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid–19 Kota Bandung Ema Sumarna mengingatkan warga untuk tidak euforia dengan status Kota Bandung yang berada di zona biru. Untuk itu warga perlu tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, sehingga Kota Bandung masuk zona hijau. 

"Jangan euforia dengan label sekarang. Saya tidak ingin balik kanan arah ke kuning atau merah. Akibatnya, pada kegiatan ekonomi. Makanya rekan-rekan di lapangan harus lebih optimal menyosialisaikan protokol kesehatan. Pokoknya hindari kerumunan,” tandas Ema dalam rapat evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid–19  
melalui video conference dalam rilis yang diterima golali.com, Selasa (7/7/2020).  


Ema memerintahkan Organiasasi Perangkat Daerah (OPD) dan kewilayahan masif menyosialisasikan Peraturan Wali Kota Bandung (Perwal) nomor 37 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Rangka Pencegahan dn Pengendalian Corona Virus Desease 2019 (Covid – 19). 

“Dengan naiknya label ini bukan berarti kira leha-leha. Kita lebih ketat, idealnya menuju label lebih baik yaitu hijau dari level kewaspadaan ini,” kata Ema. 

Ema menegaskan jika terjadi euforia yang menimbulkan kerumunan warga dan menyebabkan penyebaran Covid-19, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian guna penutupan jalan.  

“Termasuk juga di Taman Dewi Sartika. Foto-foto memancing orang berkeruman. Kita atur lagi saja. Bila perlu kembali ditutup (jalan). kita bicarakan dengan Kapolrestabes dan jajaranya bersama Kasatlantas. Untuk beberapa ruas jalan bila perlu tutup buka lagi jangan sampai bekeliaran lagi. Jangan sampai terjadi transmisi,” ucap Ema. 


Ema berencana akan mendirikan kembali chek point. Tujuannya memeriksa warga dan pendatang atau pengunjung yang masuk ke Kota Bandung. Ema berharap, jika ada warga luar Kota Bandung berasal dari zona kuning atau hitam untuk memiliki kesadaran diri. Salah satunya dengan memiliki surat keteranagan bebas Covid–19. 


“Sedang dipikirkan semacam check point. Ada ring 1, ring 2 dan ring 3. Di ring 3 ini dari Dishub dan Satpol PP. Diharapkan kesadaran dari yang bersangkutan. Contohnya dari zona merah, memiliki inisiatif rapid test sampai swab. Jangan sampai menjadi potensi memaparkan,” sambung Ema.