Minta Ratusan Ribu untuk Retribusi  Pemakaman, Warga Harus Lapor Distaru

Minta Ratusan Ribu untuk Retribusi  Pemakaman, Warga Harus Lapor Distaru
Dok Humas Pemkot Bandung

 

BANDUNG (golali.com) - Sekretaris Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Bandung, Agus Hidayat meminta masyarakat mencatat dan melaporkan kepada Distaru Kota Bandung jika ada pihak yang meminta retribusi pemakaman hingga ratusan ribu. Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Bandung tentang aturan retribusi untuk makam baru untuk muslim Rp425.000 (pembayaran awal). Sedangkan untuk registrasi per tahun Rp20.000.

"Kami tidak menutupi hal itu (oknum) memang terjadi. Ini salah satu yang harus kita perbaiki," tutur Agus dalam rilis yang diterima golali.com, Kamis (2/7/2020).

Agus menerangkan ada beberapa warga yang membayar registrasi makam sekaligus lima tahun Rp100.000."Kadang ada orang yang dengan Rp20.000 itu 'kagok'. Kadang juga ada yang lupa. Ada juga yang menitipkan ke yang menjaga," imbuh Agus.

Menurut Agus dalam Perda terkait pemakaman, mengatur jika dalam masa waktu tiga tahun tidak membayar retribusi maka ada surat pemberitahuaan tunggakan. Jika belum dapat respon maka diberikan waktu lagi setahun.


"Selama satu tahun itu kita masih memberikan waktu, lebih dari itu makamnya akan ditumpang (ditumpuk). Karena sekarang kan kita keterbatasan lahan dan lain-lain. Sehingga orang-orang yang makamnya ada tapi sudah tidak jelas ahli warisnya bisa ditumpang. Yang sudah dimarmer pun bisa, teman-teman yang mengurus itu sudah biasa," tutur Agus.