Novel Melukis Jalan Astana Lahir dari Kegelisahan Sang Novelis

Novel Melukis Jalan Astana Lahir dari Kegelisahan Sang Novelis
Launching virtual dan bedah novel Melukis Jalan Astana (Dok Lawang Buku dan Astina Art House)

 

BANDUNG (Golali.com) – Novel Melukis Jalan Astana karya Novelis Iman Herdi, resmi diluncurkan dan dibedah secara virtual melalui live instagram dan facebook Lawang Buku pada Kamis, 11 Maret 2021.  Untuk pecinta novel yang tidak dapat menyaksikan secara live, dapat juga menontonnya melalui channel Youtube Lawang Buku. 

Launching virtual dan bedah novel ini menghadirkan Penulis Novel Melukis Jalan Astana; Iman Herdi, penikmat novel, ex bassist Puppen, Fotografer Tempo ; Prima Mulia, Novelis Babad Kopi Parahyangan ; Evi Sri Rezeki ,  dengan Moderator Ji Su dari Ulin Bandung. 

Acara ini merupakan kolaborasi Penerbit ProPublic.info, Astina Art House, Oleh-Oleh Boekoe Bandoeng Lawang Buku, dan media partner Golali.com.

 

Baca juga :

 

Launching virtual ini ditandai dengan tadarus buku (pembacaan berantai) pada bagian prolog  Novel Melukis Jalan Astana dari para pengisi acara. 

“Proses lahirnya novel ini memakan waktu lima tahun, yang sebenarnya bisa lebih kalau dari riset awal,” ucap Penulis Novel Melukis Jalan Astana, Iman Herdi.

Iman mengaku banyak kegelisahan yang menginspirasi lahirnya Novel Melukis Jalan Astana ini. Mulai dari pengalaman personal dirinya maupun teman-teman sebanyanya yang berusia bocah pada 1980-an, yang sering berbagi pengalaman saat itu pemerintah Orde Baru (Orba) mulai melakukan pembangunan, fenomena SDSB, dan pembunuh misterius untuk menghilangkan orang jahat. 

“Selain itu obrolan dengan orang-orang lebih senior yang mengalami suasana tersebut, di tambah profesi saya sebagai jurnalis yang bisa mendapatkan informasi lebih banyak,” sambung Iman.      

Nama Tokoh dari Tanaman 

Iman menjelaskan pemilihan nama tokoh menggunakan nama tanaman, memang sengaja dilakukan untuk memberikan nama yang berbeda dengan umumnya . Sekaligus mengangkat nama tanaman, yang bercirikan tokoh dalam karakter novel Melukis Jalan Astana.  

 “ Nama tokoh pertama sengaja pilih nama-nama tanaman. Pernah  ada saran saat mengobrol dengan penulis cari nama yang membuat pembaca terngiang-ngiang. Nama ini pun mencirikan karakter dari tokoh seperti  Semangi  tanaman kecil tapi harum dan rapuh mudah tercerabut.  Dalam novel ini  tokoh bernama Semangi  berakhir tragis,” ucap Iman yang telah melahirkan dua novel ini.

Owner Penerbit Propublic.info, Deni Rachman mengatakan tertarik menerbitkan novel ini karena mengambil tema setting lokasi tentang Bandung bukan dari sisi romantisme. Dalam novel ini, membicarakan sejarah tidak hanya terbatas gedung cagar budaya.  


“Buku ini kami persembahkan sebagai oleh-oleh buku dari Bandung untuk para pelancong, wisatawan, warga Bandung, dan pembaca secara luas yang tertarik mengetahui sejarah juga bagaimana gambaran kehidupan sosial kota Bandung (era 80-an),” ucap Deni

Novel “Melukis Jalan Astana” bisa didapatkan di onlineshop, meliputi IG: @ lawangbuku (WA: 0856.200.99.50), Toko Buku Kabar Kampus, dan marketplace Shopee: ABCD All Store, Tokopedia: ABC All Store, Bukalapak: LB Bookshop.
Sementara secara offline, novel ini pun tersedia di Toko Buku Togamas (dalam konfirmasi stok) yang berada di Jalan Supratman dan Buah Batu. Toko Buku Bintoro Barokah Palasari, Jalan Palasari Kota Bandung. (*/Golali.com)