Operasi Patuh Lodaya, Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Kota Bandung Menurun 70 Persen

Operasi Patuh Lodaya, Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Kota Bandung Menurun 70 Persen
Dok Humas Pemkot Bandung/AKP Galih Raditya

 

BANDUNG (golali.com) - Satuan Lalu Lintas  Kepolisian Resort Kota Besar (Satlantas Polrestabes) Bandung mencatat, selama Operasi Patuh Lodaya jumlah kasus kecelakaan lalu lintas menurun dibandingkan dua pekan sebelum operasi. Dari 26 kasus kecelakaan menjadi 8 kasus kecelakaan lalu lintas. 


Dari 26 kasus kecelakaan menelan 3 orang meninggal dunia, 33 orang luka ringan, dan kerugian material senilai Rp23,5 juta. Sedangkan dari 8 kasus kecelakaan menyebabkan 1 orang meninggal dunia, 1 orang luka berat, 9 orang luka ringan, dan kerugian material senilai Rp8,5 juta.

"Kecelakaan yang terjadi itu gabungan tapi kebanyakan roda dua. Rentang usia korban yaitu 21-32 tahun," ucap Wakil Kepala Satlantas Polrestabes Bandung, AKP Galih Raditya dalam rilis yang diterima golali.com, Kamis (6/8/2020).

Tingginya angka kecelakaan sebelum pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya, akibat pelanggaran lalu lintas yang dilakukan masyarakat saat berkendara tanpa mengindahkan peraturan lalu lintas. Di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pihaknya tidak diperbolehkan melaksanakan razia stasioner namun fokus pada PSBB tersebut. 

"Sebelummya kita tidak melaksanakan penilangan, pada saat Operasi Patuh Lodaya kita bisa menilang kembali. Sebelumnya fokus ke PSBB, agar masyarakat stay at home dan work from home," terang Galih.