Pandemi Covid-19, Jumlah Darah dari Pendonor Berkurang 50 Persen

Pandemi Covid-19, Jumlah Darah dari Pendonor Berkurang 50 Persen
Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengajak warga Kota Bandung menjadi pendonor darah bagi warga yang membutuhkan. Foto Humas Pemkot Bandung

 


BANDUNG (golali.com) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung mencatat akibat pandemi Covid-19, jumlah darah yang terkumpul dari para pendonor menurun 50 persen dibandingkan saat normal. PMI Kota Bandung terus berupaya, memaksimalkan mungkin untuk meningkatkan jumlah perolehan darah di Kota Bandung.


“Salah satu upaya yaitu dengan menyosialisasikan amannya kegiatan donor darah selama pandemi dan membuka pelayanan donor darah di PMI selama 24 jam,” kata Ketua PMI Kota Bandung Ade Koesjanto dalam rilis yang diterima golali.com, baru-baru ini. 


Sementara jumlah pendonor sukarelawan aktif selama pandemi Covid-19, mencapai  66.392 orang. Jumlah darah yang terhimpun sebanyak 119.824 kantong darah.

“Jika dipresentasekan jumlah pendonor sukarela aktif sebesar 2,6% dari jumlah penduduk Kota Bandung," tutur Ade. 


Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengajak warga Kota Bandung menjadi pendonor darah bagi warga yang membutuhkan. Saat ini kebutuhan darah  PMI Kota Bandung tetap tinggi. Sedangkan stok darah sempat berkurang. Hal ini karena menurunnya antusias pendonor darah di masa Pandemi Covid-19. 


“Walau di masa pandemi ini kita bersama-sama tetap bersemangat untuk menjadi pendonor darah di PMI,” tambah Oded

Oded sangat mengapresiasi seluruh yang terlibat di PMI yang telah berjuang dan berkorban memberikan jiwa raganya demi menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan di Kota Bandung.


Menurutnya, tugas yang diemban oleh petugas PMI tidaklah mudah. Hal ini dilakukan dengan komitmen juang untuk memberikan kesiap siagaan penanggulangan bencana, kesehatan dan perawatan di masyarakat.


“Semoga melalui kekuatan kolaborasi dengan Pemkot Bandung, membuat PMI ke depan semakin handal. Untuk nilai kemanusiaan, saya berkomitmen. Insyaallah akan kami bantu sesuai kemampuan anggaran Pemkot Bandung,” pungkas Oded.