Panen dan Daya Beli Turun Akibat Pandemi Covid-19 Harga Sayuran di Kota Bandung Turun 

Panen dan Daya Beli Turun Akibat Pandemi Covid-19 Harga Sayuran di Kota Bandung Turun 
Kepala Bidang Distribusi Perdagangan dan Pengembangan E-Commerce Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kota Bandung, Meiwan Kartiwa. Dok Humas Pemkot Bandung

 

BANDUNG (golali.com) - Harga komoditas sayuran di pasar tradisional di Kota Bandung cenderung menurun, hal ini dipicu musim panen dan penurunan daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19. 

“Daya beli masyarakat itu sekarang masih menahan dan tidak jor-joran karena masih pandemi. Tetapi sayur mayur juga suplainya melimpah karena masuk masa panen. Itu yang menyebabkan harga menurun," terang 
Kepala Bidang Distribusi Perdagangan dan Pengembangan E-Commerce Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kota Bandung, Meiwan Kartiwa dalam rilis yang diterima golali.com, Kamis (3/9/2020).

Berdasarkan pemantauan Disdagin Kota Bandung di delapan pasar tradisional yaitu Pasar Sederhana, Kiaracondong, Kosambi, Ancol, Palasari, Cihaurgeulis, dan Pasar Baru. Pada minggu pertama dan kedua Agustus 2020 lalu harga cabai merah tanjung masih di atas Rp40 ribuan per kilogram (kg). Sedangkan harga cabai rawit merah di kisaran Rp. 36.000-38.000 per kg. 


Sementara memasuki minggu ketiga dan kempat Agustus 2020, cabe merah tanjung di kisaran Rp26 ribuan per kg. Cabe rawit merah juga turun menjadi Rp27 ribuan per kg.

Untuk komoditas lainnya seperti beras, cabe, bawang, daging, minyak goreng, telur, gula tepung, dan ikan relatif masih stabil.