Pemkot Bandung Belum Izinkan Bioskop Beroperasi Kembali

Pemkot Bandung Belum Izinkan Bioskop Beroperasi Kembali
Bioskop, Dok Humas Pemkot Bandung

 

BANDUNG (golali.com) - Meskipun Asosiasi Pengelola Bioskop menyatakan bioskop di Indonesia akan beroperasi kembali pada 29 Juli 2020 mendatang, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung belum mengizinkan operasional kembali bioskop.  Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mengungkapkan kewenangan kebijakan pengaturan operasional kembali bioskop berada di tangan pemerintah daerah. 

“Asosiasi yang menyatakan tanggal 29 (Juli) akan operasional, itu harapan. Ya kita hargai. Setahu saya yang mempunyai otoritas itu masing-masing kepala daerahnya. Sangat bergantung ke kondisi daerahnya. Kalau kondisi belum memungkinkan, saya yakin wali kota bisa menolak itu,” kata Ema seusai meninjau simulasi bioskop di Bandung Elektonic Center Purnawarman dalam rilis yang diterima golali.com, Kamis (9/8/2020). 

Simulasi dalam bioskop tersebut di antaranya penjualan tiket secara daring, jaga jarak dengan pengaturan tempat duduk yang ditandai tanda silang di beberapa kursi, dan soal kebersihan bioskop, pengelola menyiapkan tenaga kebersihan untuk menyeterilkan ruangan sebelum dan setelah digunakan.

“Polanya di sini sudah tidak lagi pembelian tiket konvensional, tetapi semuanya berbasis online. Semua diperingatkan, karena jadwal menonton jika itu bareng, itu potensi orang tetap berkerumun. Mereka menyimulasikan pengaturan bagi para konsumen. Mereka tahu zona biru ini adalah 50 persen dari kapasitas. Mereka juga sudah dicakra-cakra yang boleh diduduki atau tidak. Film itu biasanya rata-rata ada waktu setengah jam peralihan ke film lain. Dalam waktu itu artinya tempat harus steril. Mereka menyatakan bahwa ada tambahan petugas cleanning service. Pokoknya menjadikan sekitar 15-20 menit harus steril,” tambah Ema. 


Untuk meminimalisir sentuhan atau kontak langsung dari pengunjung ataupun petugas, sesuai informasi dari pengelola, Ema menyebut akan ada petugas pengawasan ditambah dengan Closed Circuit Television (CCTV). 


“Memberikan semacam garansi bahwa penonton di sini memang tidak ada ada sentuhan. Apa pun upayanya, kita hargai,” ucap Ema.