Pemkot Bandung Miliki Tambahan 71 Sertifikat Aset Tanah

Pemkot Bandung Miliki Tambahan 71 Sertifikat Aset Tanah
Dok Humas Pemkot Bandung

 

BANDUNG (golali.com) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendapat tambahan 71 sertifikat sebagai legalitas aset tanah dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Sertifikasi ini hasil pendaftaran rutin pada 2019 serta lanjutan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2018.

Wali Kota Bandung Oded M Danial membeberkan, untuk mengejar target sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023, harus mampu menyertifikasi seluas 1,4 juta meter persegi. Untuk itu, ia telah meminta setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk proaktif mendaftarkan setiap asetnya ke BPN. 


“Alhamdulillah hari ini yang sudah ada seluas sekitar 470 ribuan meter persegi. Jadi tinggal 1 juta meter persegi lagi. Mudah-mudahan sampai 2023 selesai,” tutur Oded dalam rilis yang diterima golali.com, Jumat (28/8/2020).


Oded mengungkapkan sertifikasi tanah ini menjadi salah satu kunci penting keberhasilan dalam meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan, untuk penilaian 2018 lalu. Keberhasilan serupa kembali terulang pada tahun 2019.


“Salah satu persoalan pemerintah daerah gagal sulit mendapatkan WTP di antaranya urusan sertifikasi tanah. Alhamdulillah Kota Bandung di zaman saya, tahun 2018 dan 2019 dapat WTP. Indikatornya, salah satunya dari sertifikasi tanah ini atau aset milik Pemkot Bandung. WTP ini jangan merasa puas. Karena banyak variable yang harus kita selesaikan untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang baik dan benar. Kita harus terus melakukan pembenahan tiada henti” ungkap Oded.

Kepala Kantor BPN Kota Bandung, Andi Kadandio Alepuddin mengaku siap mengakselerasi target yang tengah dikejar Pemkot Bandung. Bahkan ia sanggup memenuhinya sebelum masa jabatan Oded berakhir.


“Walaupun targetnya 2023, kalau kita bisa, saat ini kita selesaikan secepatnya,” ucap Andi