Pemkot Bandung Sanksi Berat bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Pemkot Bandung Sanksi Berat bagi Pelanggar Protokol Kesehatan
Wali Kota Bandung Oded M. Danial Protokol Kesehatan Sangat Penting. Dok Humas Pemkot Bandung

 

BANDUNG (golali.com) - Guna menghindari  penyebaran Covid-19 di Kota Bandung, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan memberikan sanksi berat terhadap para pelanggar protokol kesehatan. Sanksi ini sesuai  dengan Peraturan Wali Kota (Perwal) Bandung Nomor 37 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan AKB dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

"Mengingat eskalasi kasus Covid-19 di Kota Bandung, dengan ini maka kami akan memberlakukan AKB yang diperketat. Kami akan memperketat pengawasan dan pengendalian terhadap izin usaha dan operasional. Kita sudah tidak akan mentolelir kalau ada yang melanggar. Misalnya kalau ada yang melanggar jam operasional akan langsung menyegel dan memprosesnya. Bila perlu akan kita cabut izinnya demi keselamatan warga Kota Bandung. Warga pun harus meningkatkan kewaspadaan dan kedisiplinan protokol kesehatan," tegas Wali Kota Bandung Oded M Danial dalam rilis yang diterima golali.com, Jumat (11/9/2020).

Selain itu akan terus dilakukan, pelacakan melalui tes usap atau swab test terus dilakukan supaya penanganan Covid-19 di Kota Bandung, bisa lebih tepat dan terpetakan. Sesuai standar dari organisasi kesehatan dunia (WHO) bahwa pengujian minimal sebanyak 1 persen dari jumlah penduduk.


“Meskipun berkonsekuensi meningkatkan angka kasus, kami terus akan melakukan tes. Dinkes Kota Bandung sudah melakukan sebanyak 22.928 swab test, atau 0,92% dari jumlah penduduk,” tambah Oded.


Kesigapan pelacakan ini karena Pemkot Bandung memiliki Laboratorium Biosafety Level (BSL) 2 plus. Sehingga bisa mengetahui hasil secara cepat meski dampaknya bertambah temuan kasus. 


Soal ruang isolasi, Oded mengungkapkan, saat ini masih tersedia 322 tempat tidur yang kosong. Dari 460 tempat tidur di 27 RS rujukan Covid-19 di Kota Bandung, hanya terisi 138 tempat tidur atau sekitar 30 persennya.

“Saat ini Kota Bandung berada di zona oranye. Artinya, risiko sedang. Angka reproduksi saat ini adalah 0,81 atau masih di bawah 1. Artinya kasus Covid-19 masih terkendali,” ucap Oded.