Penjualan Hewan Kurban Daring akan Diawasi

Penjualan Hewan Kurban Daring akan Diawasi
Dok Humas Pemkot Bandung

 


BANDUNG (golali.com) - Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung akan mengawasi penjualan hewan kurban secara daring, pasalnya pemerintah pusat menganjurkan agar membeli hewan kurban secara daring, untuk menghindari kerumunan atau kontak fisik dengan orang lain. 

“Kami mengimbau kepada penjual harus memberikan layanan baik termasuk memastikan kondisi hewan kurban ini sehat dan layak. Pembeli juga harus cerdas, tidak asal beli. Pastikan hewan kurbannya secara fisik sehat,” kata Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar dalam rilis yang diterima golali.com, Rabu (8/7/2020).

Menurut Gin Gin warga yang ingin membeli hewan kurban secara daring juga mesti cerdas. Salah satunya dengan memastikan hewan kurban yang akan dibeli telah diperiksa kesehatannya dan mendapatkan tanda “sehat” dan “layak”. Penjual pun harus proaktif untuk memeriksakan hewan kurbannya.


“Atau bisa juga warga membeli hewan kurban kepada lembaga yang sudah kompeten dalam menangani penyembelihan hewan kurban. Minta saja diperlihatkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Kalau sudah diperiksa biasanya ada surat itu,” ucap Gin Gin.


SKKH adalah surat yang menunjukkan bahwa hewan ternak yang akan diperjualbelikan ke luar kota telah melewati pemeriksaan kesehatan. Seluruh hewan kurban yang dibawa dari luar kota mesti memiliki SKKH dari dinas yang berwenang di tempat asal hewan ternak tersebut.