PPDB Kota Bandung Dibagi 4 Zonasi 

PPDB Kota Bandung Dibagi 4 Zonasi 
PPDB Kota Bandung Dibagi 4 Zonasi /Dok Humas Pemkot Bandung

 

BANDUNG (golali.com) - Guna mengatur jumlah siswa dan daya tampung sekolah seimbang, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung dalam Penerimaan Peserta Didik  Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 untuk SD dan SMP memetakan sekolah ke dalam 4 zona besar, yakni Zona A, Zona B, Zona C, dan Zona D. 

“Pembagian zona ini tidak berdasarkan luas wilayah administrasi, tetapi berdasarkan peta persebaran sekolah dan sebaran usia sekolah. Jadi kita mengatur agar jumlah siswa yang akan sekolah dan kuota kursi di wilayah tersebut seimbang,” papar Kepala Disdik Kota Bandung Hikmat Ginanjar dalam rilis yang diterima golali.com, Rabu (20/5/2020). 

Zona A meliputi Sukasari, Cidadap, Coblong, Cibeunying Kaler, Bandung Wetan, Sumur Bandung, Cibeunying Kidul, dan Sukajadi. Sementara Zona B berada di Kecamatan Mandalajati, Antapani, Arcamanik, Cinambo, Panyileukan, Cibiru, Gedebage, Rancasari, Ujungberung, dan Buah Batu. 

Untuk Zona C yaitu Kecamatan Kiaracondong, Batununggal, Lengkong, Regol, dan Bandung Kidul. Zona D meliputi Kecamatan Cicendo, Andir, Bandung Kulon, Babakan Ciparay, Bojongloa Kaler, Bojongloa Kidul, dan Astanaanyar.

Jalur untuk pendaftaraan PPDB untuk calon siswa SD terdiri dari 3 jalur yaitu jalur zonasi, afirmasi, dan perpindahan orangtua. Melalui jalur zonasi dan afirmasi, calon siswa dapat memilih dua sekolah negeri di zona yang sama dan sekolah swasta di zona maupun luar zona tempat tinggalnya. 

Sementara jalur pendaftaraan PPDB untuk calon siswa SMP terdiri dari 4 jalur yaitu jalur zonasi, afirmasi, perpindahan orangtua, dan jalur prestasi. Untuk jalur zonasi calon siswa dapat memilih dua sekolah negeri di zona yang sama dan sekolah swasta yang masuk dalam sistem PPDB daring Disdik Kota Bandung.

Jalur afirmasi calon siswa mendapatkan 4 pilihan sekolah, di mana sekolah negeri pertama dan kedua di dalam maupun luar zonasi dengan radius terdekat. Untuk pilihan ketiga dan keempat merupakan sekolah swasta.

Untuk jalur perpindahan orangtua, calon siswa hanya bisa memilih 2 pilihan sekolah negeri di zona yang sama. Sementara untuk jalur prestasi, calon siswa bisa memilih 2 sekolah negeri di dalam maupun di luar zonasi, tetapi jika tidak diterima di 2 sekolah tersebut, masih boleh mendaftar lagi melalui jalur zonasi. 

“Itu adalah bentuk dukungan kami kepada para siswa berprestasi di sistem PPDB tahun ini. Jadi jalur prestasi waktu pendaftarannya berbeda dengan jalur zonasi. Bagi yang tidak diterima di jalur prestasi bisa ikut jalur zonasi,” tutur Hikmat.