PPKM Mikro, Yogyakarta Terapkan Jaga Warga

PPKM Mikro, Yogyakarta Terapkan Jaga Warga
Gubernur DIY Hamengku Buwono X mengatakan perlu adanya Kelompok Jaga Warga dalam hadapi pandemi Covid-19 (Dok Jogjaprov.go.id)

 

YOGYAKARTA (Golali.com) - Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk salah satu, yang menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro. PPKM ini berlaku selama 14 hari mulai dari 9 sampai 22 Februari 2021.


Terkait hal tersebut, Gubernur DIY Hamengku Buwono X meminta kepada warganya guna meningkatkan kepedulian untuk Sapa Aruh atau saling menyapa atas kondisi kesehatan dan keselamatan tetangga guna meningkatkan kesiap siagaan warga.

Selain itu, warga perlu memberdayakan diri dengan sistem kelompok Jaga Warga, agar terbangun RT/Dusun Siaga Tangguh melalui kesepakatan bersama.

Untuk Jaga Warga ini memiliki ketentuan yang diatur dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur DIY yang menjadi kesepakatan bersama Bupati/Walikota untuk “Membangun Ketahanan Warga dari RT/Dusun.”


“Sebagai satuan komunitas sosial terkecil, pelaksanaannya akan relatif mudah dan saya anggap komunitasnya masih berpegang pada kearifan lokal sebagai dasar tindakan,” ucap Gubernur DIY Hamengku Buwono X dikutip dari jogjaprov.go.id, Selasa (9/2/2021).


Dalam mencegah penyebaran Covid-19, Gubernur berpesan kepada warganya meskipun berada di rumah harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

 

Klik juga


"Saat ini penularannya sudah menjalar antaranggota keluarga dan tetangga. Semua ini, diperlukan untuk membangun keluarga tangguh pandemi. Hidupkanlah terus tenggang rasa antartetangga dengan kemauan siap berbagi atas dasar ‘peduli-lindungi’,” imbuhnya.


Untuk itu, warga jangan berpikir pakai masker bukan karena takut didenda, jaga jarak bukan karena menghindari teguran, dan cuci tangan bukan karena disuruh. Tetapi sebagai upaya jangan tertular.

Menurut Gubernur, dalam menghadapi pandemi ini tidak hanya masyarakat. Penting adanya partisipasi birokrat dan akademisi, yang dapat melahirkan kolaborasi yang baik dalam pencegahan Covid-19.


“Mari hidupkan birokrasi yang melayani, akademisi yang inovatif, serta masyarakat yang peduli, melindungi, dan berbagi,” pesannya. (*/Golali.com)

Klik juga