PSBB Proporsional, Objek Wisata Outdoor akan Dibuka 

PSBB Proporsional, Objek Wisata Outdoor  akan Dibuka 
Dok Humas Pemkot Bandung

 

BANDUNG (golali.com) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengeluarkan kebijakan tempat wisata 'outdoor', akan beroperasional kembali selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional  yang berlaku sampai 26 Juni 2020.  Adapun destinasi wisata yang akan beroperasi kembali di antaranya Taman Lalu Lintas, Kebun Binatang Bandung, dan Kolam Renang Karang Setra. Objek wisata tersebut harus menerapkan standar protokol kesehatan yang ketat.

Standar protokol kesehatan dan aturan yang harus dijalankan antara lain penyediaan tempat cuci tangan dan handsanitizer, pengukuran suhu tubuh, mengatur tempat duduk,  arena bermain agar berjarak dan menempatkan papan informasi mengenai Covid-19, pembatasan jumlah pengunjung hanya 30 persen dari kapasitas yang ada, dan ruang isolasi mandiri. 
 

“Sudah mulai ada beberapa kegiatan yang dilonggarkan, terutama kegiatan-kegiatan yang potensi penyebaran Covid-19-nya rendah dan diutamakan yang 'outdoor'. Tadi kita lihat di Taman Lalu Lintas, kebun binatang dan Karang Setra, mudah-mudahan itu mewakili beberapa tempat wisata,” tutur Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sekaligus Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana dalam rilis yang diterima golali.com, Selasa (16/6/2020).

Yana belum bisa memastikan waktu operasional kembali ketiga tempat wisata tersebut, karena harus melalui sejumlah rekomendasi untuk melengkapi protokol kesehatan. Apabila telah dipenuhi, nantinya tempat tersebut akan ditinjau ulang oleh tim gugus tugas Covid-19 Kota Bandung.

Sebelum dibuka kembali, harus ada simulasi, mengajukan administrasi terkait komitmen kesiapan menjaga standarisasi tersebut kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) yang juga dipantau oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).


“Jadi tergantung kesiapan pengelola pariwisata ini. Setelah dinas menyatakan siap dan layak, mereka membuat surat pernyataan bahwa akan menerapkan standar protokol kesehatan yang ketat untuk menghindari penularan,” terang Yana.

Yana menjelaskan dalam pembukaan kembali, objek wisata beroperasional bertahap terbatas pada unsur rekreasi.


“Jika ada wahana seperti di Taman Lalu Lintas itu setelah selesai digunakan harus langsung dibersihkan disinfektan. Walaupun rata-rata wahana itu sebenarnya jangan dulu, termasuk kantin, itu tahapan berikutnya. Ketika nanti ada standar yang tidak dilakukan, maka ditutup kembali,” tandas Yana.