PSBB Proposional Kota Bandung, Tempat Hiburan Belum Diizinkan Buka

PSBB  Proposional Kota Bandung, Tempat Hiburan Belum Diizinkan Buka
Dok Humas Pemkot Bandung

 

BANDUNG (golali.com) - Dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proposional yang berlaku sampai 26 Juni 2020, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung belum mengizinkan pembukaan kembali tempat hiburan. Hal ini untuk menghindari penyebaran Covid-19, karena Kota Bandung masih berada di zona kuning dan tempat hiburan memiliki potensi interaksi cukup intensif.

“Belum (diizinkan). Kita masih zona kuning. Kita sudah berikan gambaran. Kalau mau buka itu pertama label harus ke zona biru. Untuk menuju zona biru itu semua masyarakat harus disiplin dan kompak,” tegas Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna dalam rilis yang diterima golali.com, Jumat (19/6/2020).

Apabila telah berada dalam zona biru dan kemungkinan tempat hiburan buka kembali, harus tetap menerapkan  standarisasi protokol kesehatan yang sangat ketat dan selalu diawasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

"Kalau pun nanti meraka mau mengajukan permohonan untuk buka, tentunya harus diinspeksi dulu. Sehinggga diketahui kesiapan mereka terkait pemenuhan protokol kesehatan. Kalau mereka nanti tidak siap atau tidak bersedia, mohon maaf tidak bisa,” sambung Ema.

Ema menjelaskan protokol kesehatan paling dasar yaitu penggunaan masker, sarung tangan, dan 'face shiled' bagi karyawan. Kemudian penyediaan sarana untuk cuci tangan atau handsanitizer dan menyiapkan skema penanganan apabila ditemukan kasus dugaan paparan Covid-19.

“Nanti kita lihat simulasi. Tadi saya sudah kasih gambaran bagaimana pengaturan di tempat parkir, bagaimana masuk ke tempat hiburannya, bisa tidak itu 'physical distancing'? Regulasinya mungkin nanti hanya 30 persen tidak bisa mereka padat-padatan,” imbuhnya.

Menurut Ketua Perkumpulan Penggiat Pariwisata Bandung (P3B), Rully Panggabean sekitar 90 pengelola tempat hiburan siap bekerja sama mengikuti regulasi pemerintah dan bersedia jika operasional akan dilakukan secara bertahap.

“Otomatis kita akan patuh. Mungkin tidak akan untung tapi minimal bisa jalan dulu dan pegawai juga bisa teratasi. Mudah-mudahan ini solusi awal. Kita lihat perkembangan juga,” ucap Rully.