Rekreasi sambil Belajar di Jogja Library Center 

Rekreasi sambil Belajar di Jogja Library Center 
Jogja Library Center

 

YOGYAKARTA (golali.com) - Melancong ke suatu tempat tak hanya menghabiskan waktu dengan bermain. Untuk penghobi membaca, saat berjalan-jalan ke kawasan Malioboro wajib mampir ke Jogja Library Center (JLC) yang berada di Jalan Malioboro No 175, Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen Kota Yogyakarta.

JLC yang terletak di antara keriuhan pusat kota budaya ini, memiliki ciri khas bangunan berarsitektur Eropa klasik  dengan sentuhan khas Keraton Yogyakarta yang terdiri dari dua lantai. Ya, bangunan telah hadir sejak masa Hindia Belanda, yang berfungsi sebagai toko buku sekaligus penerbit N.V Boekhandel en Drukkerij Kolff Bunning.

Di lantai pertama terdapat koleksi media cetak yang terbit pada 1945an sampai sekarang, koleksi media cetak tersebut terdiri dari versi cetak maupun digital. Media massa tersebut berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. 

Di antaranya Harian Masa Kini, Kompas, Pikiran Rakyat, Mestika, Mercusuar, Bernas, Tempo, Kedaulatan Rakyat, Majalah Jakarta-Jakarta, Matra, Femina, Kartini, Tempo, Tabloid Nova, sampai dengan Nyata. Sementara, media massa terbitan negara tetangga, di antaranya kita bisa membaca Pictorial Korea, India Perspectives, dan Australian Affairs and Trade.

Ada pula Kyoto Book Corner yang khusus menyimpan koleksi buku penulis terkenal dari Jepang salah satunya Fujiko F. Fujio, yakni menulis komik legendaris Doraemon. 
Kyoto Book Corner yang diresmikan pada Rabu, 20 Oktober 2010 oleh Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Hamengku Buwono X dan Gubernur Prefektur Kyoto, Keiji Yamada ini 
sebagai hasil kerjasama antara Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Prefektur Kyoto dalam bidang literasi.

Sementara di lantai dua, terdapat koleksi buku tentang Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Perpustakaan ini buka Senin sampai Kamis pukul 08.00 - 16.00, Jum'at pukul 08.00 - 14.30, dan Sabtu 08.00 - 16.00 WIB ini. Pengunjung cukup mengisi buku tamu dan menitipkan kartu identitas kepada petugas perpustakaan, yang ditukar dengan kunci untuk menyimpan tas yang kita bawa.