Resensi Buku Kepustakaan Populer Gramedia Periode 2020 di Golali.com

Resensi Buku Kepustakaan Populer Gramedia Periode 2020 di Golali.com
Buku Kepustakaan Populer Gramedia (Dok: Golali.com)

 

Selama periode 2020, Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) menerbitkan banyak buku yang tidak perlu diragukan lagi kualitasnya. Bahkan buku-buku yang sebelum diterbitkan sudah ditandai para pecinta buku untuk memilikinya.

 

Nah, sepanjang 2020, ada beberapa buku yang sempat tim redaksi resensi baik yang terbit pada 2020 ini maupun beberapa tahun sebelumnya yang wajib masuk dalam rak buku para pembaca.

Ini daftar buku terbitan KPG pada 2020 yang ada di Rubrik Literasi Golali.com :

 

Buku Raffles dan Invasi Inggris ke Jawa

Buku yang terbit pada Oktober 2015 dalam Bahasa Indonesia karya Tim Hannigan ini, mengisahkan perjalanan Thomas Stamford Raffles pada 1811-1816, pada saat menjabat sebagai Letnan Gubernur Inggris di Tanah Jawa.

Buku ini menceritakan bagaimana Raffles berkuasa di Jawa, namun invasi Inggris di Jawa ini membawa kerugian. Pasalnya koloni yang dipimpinnya berada di ambang keruntuhan keuangan total. Prediksi Raffles tentang keuntungan anggaran sebesar 750.000 dolar dari Jawa pada 1812 berubah menjadi kerugian besar, karena petualangan militernya.

Raffles mengira pertempuran yang direncakannya bisa terbayar dengan sendirinya: katanya istana Yogyakarta  memiliki banyak harta. Dalam hal Yogyakarta, Raffles tampaknya melupakan aturan alokasi harta rampasan (hal 265-267).

Klik juga : 

 

Buku Tikuse Pada Ngidung : Esai-esai Kebudayaan

Buku karya budayawan Mohamad Sobary ini, menguliti kebobrokan dunia politik yang mungkin kini telah mapan menjadi kebudayaan bangsa.

Hal ini patut untuk disoroti dalam pesta demokrasi, yang melibatkan rakyat untuk menentukan pilihan secara langsung, mulai dari pemilihan legislatif (pileg), pemilihan presiden (pilpres), sampai pemilihan kepala daerah (pilkada) yang penuh dengan hiruk pikuk dari awal sampai selesainya pesta demokrasi.

Dalam buku yang terbit pada 2018, menurut Kang Sobary, politik tidak dengan sendirinya menjadi kotor. Ia hanya kotor ditangan orang-orang yang otaknya penuh kekotoran.

Ketika kekuasaan dilaksanakan demi kekuasaan itu sendiri -dan diisi sesuka hati para penguasa- maka kekuasaan akan dengan sendirinya melahirkan politik kotor, jahat, dan penuh kekejaman.

Klik juga : 

 

Buku Tiga Menit Terakhir

Buku berjudul Tiga Menit Terakhir karya Paul Davies ini, menjelaskan berbagai hal berkaitan dengan kemungkinan proses musnahnya alam semesta.

"Saya telah menjabarkan dua skenario saintifik menyangkut akhir alam semesta. Prospek bahwa alam semesta akan melenyapkan diri sendiri dalam Rengkuhan Besar. Di sisi lain, alam semesta yang bertahan dalam keadaan kosong selama waktu yang tak terbatas setelah aktivitas megah." (Halaman 169-170)

Menariknya meskipun Paul Davies sebagai profesor dalam bidang fisika namun dalam buku ini, Paul tidak hanya menjabarkan kemungkinan proses keruntuhan bumi hanya sebatas ilmu fisika. Ia pun memikirkan kondisi manusia yang hidup di alam semesta.

 

Buku Trisurya

Adapula buku fiksi ilmiah berjudul Trisurya karya penulis handal asal China, Liu Cixin. Dalam buku yang terbit dalam Bahasa Indonesia pada September 2019 ini, pembaca akan mendapatkan gambaran baru dan mengajak pembaca, mengenal ilmu fisika dengan bahasa yang ringan sehingga dapat dimengerti orang yang awam ilmu tersebut.

Mengambil latar waktu cerita kala terjadinya Revolusi Kebudayaan di Tiongkok yang terjadi pada 1960an, sampai suasana di Negara Tirai Bambu tersebut kembali tenang.

Melalui alur maju mundur tentang kisah trauma seorang ahli astrofisika bernama Ye Wenjei, yang melihat langsung ayahnya Ye Zhetai seorang profesor fisika yang tewas  karena peristiwa tersebut.

Ye yang dalam kondisi tertekan, diasingkan dan bertemu dengan beberapa orang yang membuat dirinya kehilangan kepercayan kepada orang lain. Hingga menemukan pemikiran tentang Trisurya, yang belakangan ini ramai kembali di negara tirai bambu.

 

Buku Milenial & Turnover

Buku karya praktisi HRD Sony Tan dan penulis kekinian Maman Suherman (Kang Maman) ini,  menjawab semua pertanyaan dari generasi sebelumnya yang dikenal dengan sebutan generasi Kolonial dalam menghadapi generasi Milenial khususnya dalam dunia kerja.

Pasalnya banyak kalangan non-generasi Milenial atau Gen X, mengganggap generasi Milenial tidak loyal dalam suatu perusahaan. Hal itu terjadi karena berbagai perbedaan zaman, yang dihadapi antara generasi Milenial dengan generasi sebelumnya.

Klik juga : 

 

Buku Toos : Pilot Uji Helikopter

Buku ini merupakan buku autobiografi atau otobiografi, Capt Antonius Toos Sanitioso, seorang pilot uji helikopter yang mengisahkan perjalanannya meraih asa yang dipupuknya sejak belia.

Buku ini pun mengupas pengalaman panjang Toos dengan  industri pesawat dalam dan luar negeri. Tak hanya berkaitan dengan mengemudikan burung besi saja. Termasuk cerita kehilangan beberapa sahabatnya, yang gugur saat bertugas.

Jadi buku manakah yang sudah dibaca dan masuk dalam rak buku di rumah? Selamat berburu buku-buku karya KPG dan menikmati semua isinya sebagai asupan gizi dalam pemikiran para pembaca. (*/Golali.com)